BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Inilah sejumlah nama Atlet karate Pra PORA di Simeulue yang menjadi korban gempa 6.2 skala richter pada Kamis 27 Nopember 2025.
1. Muhtadin – wasit berdasarkan laporan ia
tertimpa reruntuhan gedung, berdarah di kepala.
Kemudian, atlet
1. Ega Zulaikha (Aceh Barat)
luka di kepala, kena rerentuhan batu bata gedung, kepala di jahit.
2. Fajar Azami Akbar (Aceh Tenggara), mengalami
benjol di kepala dan cidera/luka kaki.
3. Dafa (Banda Aceh)
cedera tangan, robek ibu jari.
4. Dian Fauziah (Nagan Raya)
cedera pinggang dan kaki, jatuh di tangga.
5. Putri Isnaini. (Aceh Selatan)
panggul kiri dan cidera kaki, jatuh ditangga.
6. Novitaria (Banda Aceh)
jatuh ditangga, cidera kaki.
7. Khairani (Kumite Aceh Timur) cedera kaki dan tangan, kepeleset/jatuh.
9. Naila (kumite Aceh Besar)
cedera engkel kanan.
10. Fadli Arsiana Bintang
Aceh Barat, berdarah di kepala luka ringan dan luka tangan.
11. Fari Irsyad (kumite Aceh Besar) mengalami sesak
Dari semua korban, lima orang atlet sudah dibolehkan pulang/rawat jalan, selebihnya masih dalam penanganan tim kesehatan.
Pra PORA Karate sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Simeulue Kombes Pol (Purn) Mohammad Nasron Mikaris SH MH (Monas), di Gedung Serbaguna Sinabang, Rabu (26/11/2025).
Bupati mengatakan “Selamat datang di Bumi Ate Fulawan (hati seperti emas) Simeulue, bertandinglah dengan gagah dan menjunjung tinggi sportivitas layaknya sumpah karate,” kata mantan Pamen Polisi di BNN RI yang juga pernah menekuni bela diri karate itu.
Ketua Panitia Lokal, Suhelmi SP yang juga Kadispora Simeulue melaporkan, sebenarnya yang mendaftar ada 19 Pengcab Forki di Aceh, hanya saja dua kontingen gagal berangkat karena cuaca buruk di lautan. Sedangkan. dua pengcab yang gagal berangkat itu adalah Aceh Singkil dan Kota Langsa. Sedangkan tiga Pengcab yang tak ikut Pra PORA Karate adalah, Aceh Utara, Subulussalam dan Gayo Lues. Umumnya, mereka tak ikut karena terjebak kisruh internal. (imj)
