Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan, RS Harapan Bunda Banda Aceh Adakan HSG 2025

BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh kembali menggelar kegiatan rutin Hospital Scientific Gathering (HSG) sebagai salah satu upaya strategis meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberi pelayanan berkualitas. Pada penyelenggaraan tahun 2025 ini, HSG mengangkat topik penting dan relevan, yaitu “Pentingnya Pemenuhan Nutrisi untuk Mendukung Kejar Tumbuh Kembang Anak dengan Indikasi Faltering Growth (FG)”.(8/12/25)

Acara tersebut menghadirkan narasumber utama dr. Dede Khairina, Sp.A, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai berbagai aspek terkait Faltering Growth — mulai dari definisi, deteksi dini, faktor risiko, hingga strategi penanganannya. Dalam paparannya, dr. Dede menekankan bahwa Faltering Growth bukan sekadar masalah gizi, tetapi kondisi yang memerlukan perhatian multidisiplin karena dapat berdampak panjang terhadap perkembangan fisik, kognitif, dan emosional anak.

Menurutnya, tenaga kesehatan harus mampu mengidentifikasi tanda-tanda Faltering Growth sejak dini agar intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran. “Pemeriksaan pertumbuhan secara berkala, pemahaman grafik pertumbuhan, serta komunikasi efektif dengan orang tua merupakan kunci keberhasilan dalam mendeteksi dan menangani FG,” jelasnya di depan peserta.

Kegiatan HSG ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan dari Unit Rawat Inap dan instalasi terkait. Selama sesi berlangsung, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai:

  1. Definisi dan deteksi dini Faltering Growth (FG)
  2. Identifikasi faktor risiko serta penyebab gangguan tumbuh kembang
  3. Strategi pemenuhan nutrisi untuk mendukung kejar tumbuh
  4. Peran tenaga kesehatan dalam edukasi keluarga dan pemantauan pertumbuhan anak

Manajemen RS Harapan Bunda menegaskan bahwa deteksi dini dan intervensi nutrisi yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Mereka juga menyampaikan komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kompetensi SDM melalui kegiatan ilmiah seperti HSG.

“HSG bukan hanya wadah berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi antar-unit dalam meningkatkan mutu pelayanan anak,” ungkap perwakilan manajemen rumah sakit.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tenaga kesehatan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna memperbaiki kualitas pelayanan, terutama dalam pemantauan status gizi dan pertumbuhan anak secara komprehensif. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga medis, RS Harapan Bunda Banda Aceh berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung tercapainya tumbuh kembang optimal pada anak.(ril)