Tanpa Seragam, Pelajar Aceh Tamiang Tetap Semangat Sekolah Usai Banjir Bandang

BERITA RAKYAT ACEH | Aceh Tamiang – Momen haru sekaligus penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah para pelajar di Kabupaten Aceh Tamiang pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah video yang dibagikan masyarakat di media sosial memperlihatkan anak-anak sekolah kembali melangkah ke ruang kelas dengan penuh antusias, meski kondisi mereka masih jauh dari kata normal.

Dalam rekaman yang beredar, para pelajar tampak diantar langsung oleh orang tua atau wali murid menuju sekolah. Wajah-wajah polos mereka memancarkan semangat untuk kembali belajar, meskipun sebagian besar tidak mengenakan seragam sekolah. Pakaian yang biasa mereka gunakan diketahui rusak, basah, bahkan hanyut terbawa arus banjir bandang yang sebelumnya menerjang permukiman warga.

Alih-alih seragam rapi, para murid datang ke sekolah dengan pakaian seadanya—kaus, kemeja, atau celana santai—yang masih tersisa setelah bencana. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk kembali menuntut ilmu. Kehadiran para wali murid yang setia mengantar anak-anak mereka juga menjadi gambaran kuat dukungan keluarga di tengah situasi sulit.

Tak hanya pelajar, para tenaga pendidik pun terlihat menunjukkan dedikasi yang sama. Dalam video lain yang turut beredar, para guru dan staf sekolah tampak hadir dengan pakaian sederhana. Sebagian dari mereka juga menjadi korban banjir, kehilangan harta benda, dan masih berjuang memulihkan kondisi rumah masing-masing. Meski demikian, mereka tetap datang ke sekolah demi memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan.

Momen ini menyentuh banyak pihak dan menjadi simbol ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang dalam bangkit pascabencana. Keterbatasan fasilitas, perlengkapan sekolah, hingga kondisi psikologis akibat trauma banjir bandang tidak menghalangi semangat untuk melanjutkan pendidikan.

Warga berharap, perhatian dan dukungan dari pemerintah, lembaga sosial, serta para dermawan dapat terus mengalir, khususnya dalam bentuk bantuan perlengkapan sekolah, seragam, dan sarana belajar bagi anak-anak terdampak. Dengan dukungan tersebut, proses pemulihan dunia pendidikan di Aceh Tamiang diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

Di tengah puing-puing bencana, semangat belajar para pelajar dan dedikasi para guru ini menjadi potret kuat bahwa harapan dan masa depan tetap tumbuh, bahkan setelah bencana besar melanda.(**)