BERITA RAKYAT ACEH | Aceh Tamiang – Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Danantara Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan bantuan Rumah Hunian Sementara (Huntara) kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan huntara ini menjadi bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan pascabencana sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari musibah.
Melalui unggahan resmi di akun Instagram @banksyariahindonesia, BSI menyampaikan bahwa proses serah terima huntara telah dilaksanakan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara yang layak, aman, dan manusiawi bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana.
Program huntara ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia dan BUMN, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana. Kehadiran berbagai BUMN dalam program ini menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat pemulihan sosial dan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Tidak hanya melibatkan satu atau dua perusahaan, pembangunan huntara di Aceh Tamiang didukung oleh kolaborasi sejumlah BUMN besar, antara lain PTPN, Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, Pembangunan Perumahan (PP), Adhi Karya, Brantas Abipraya, Nindya Karya, serta BUMN sektor keuangan dan layanan publik seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI, Telkom, PLN, dan Pertamina.
Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong BUMN dalam merespons kondisi darurat dan memastikan masyarakat terdampak tidak dibiarkan menghadapi masa sulit sendirian. Huntara menjadi solusi transisi yang penting sebelum pembangunan hunian permanen dilakukan.
BSI menegaskan bahwa keterlibatannya dalam program huntara sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tidak hanya memulihkan layanan perbankan hingga 100 persen pascabencana, tetapi juga memastikan masyarakat kembali memiliki pijakan yang layak untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan.
Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kebermanfaatan, dan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Melalui program ini, BSI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam pemulihan pascabencana.
Bagi warga penerima manfaat, keberadaan huntara memberikan harapan baru setelah melewati masa sulit. Hunian sementara tersebut menjadi tempat berlindung yang aman sekaligus ruang untuk kembali menata kehidupan, menjaga keluarga, dan memulihkan aktivitas sehari-hari.
Program huntara di Aceh Tamiang ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif dalam penanganan bencana, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran aktif BUMN dalam menghadirkan solusi nyata bagi rakyat.(**)
