BERITA RAKYAT ACEH I Sabang – Pemerintah Kota Sabang mengarahkan fokus pengembangan pariwisata pada tiga destinasi unggulan di kawasan barat Pulau Weh, yakni Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah. Ketiganya diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan wisata bahari yang akan menopang peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun mendatang.
Penetapan kawasan prioritas ini merujuk pada hasil kajian yang dipublikasikan pada Oktober 2025. Studi tersebut menempatkan ketiga lokasi itu sebagai wilayah dengan nilai prioritas tertinggi dalam pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama pada aspek akomodasi dan fasilitas pendukung.
Sejumlah rekomendasi dari kajian tersebut mulai direalisasikan secara bertahap oleh Pemerintah Kota Sabang pada 2026, khususnya dalam penataan ruang kawasan dan peningkatan aksesibilitas menuju destinasi.
Kawasan Teupin Layeu yang lebih dikenal wisatawan sebagai Pantai Iboih menjadi simpul utama aktivitas wisata bahari. Dari lokasi ini, wisatawan menyeberang menuju Pulau Rubiah menggunakan perahu motor.
Perairannya yang jernih dengan gradasi biru kehijauan menjadi daya tarik tersendiri. Kondisi terumbu karang yang relatif terjaga membuat kawasan ini diminati pecinta snorkeling maupun diving dari berbagai daerah.
Fasilitas di Teupin Layeu juga terbilang memadai. Tersedia penginapan berbentuk bungalow, rumah makan, serta penyewaan perlengkapan selam. Meski demikian, penataan parkir dan pengaturan arus kendaraan masih menjadi perhatian yang kini mulai dibenahi.
Sementara itu, Pantai Gapang menawarkan suasana berbeda. Hamparan pasir putih dengan atmosfer yang lebih tenang menjadikannya pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan secara lebih santai.
Di bawah lautnya, spot Gapang House Reef cukup dikenal di kalangan penyelam. Keanekaragaman biota laut dan visibilitas air yang baik membuat lokasi ini kerap masuk daftar favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan di kawasan Gapang diarahkan pada peningkatan kualitas akomodasi serta penguatan standar layanan wisata selam agar mampu bersaing dengan destinasi bahari lain di Indonesia.
Adapun Pulau Rubiah tetap menjadi ikon wisata bawah laut Sabang. Taman Laut Rubiah menyimpan kekayaan biodiversitas yang memikat, mulai dari ikan tropis berwarna-warni, penyu hijau, hingga terumbu karang yang masih cukup sehat.
Selain potensi alamnya, pulau ini memiliki nilai historis melalui bangunan bekas karantina haji pada masa lalu, yang menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menegaskan bahwa ketiga kawasan tersebut menjadi prioritas dalam strategi promosi dan pengelolaan destinasi tahun ini, Selasa (20/1/2026). Ia menyebut pengembangan dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kunjungan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Beberapa langkah yang tengah dilakukan antara lain peningkatan kualitas dermaga penyeberangan, penataan area parkir, serta pembenahan akses jalan menuju kawasan wisata, termasuk konektivitas ke Tugu Nol Kilometer Indonesia.
Dengan kekuatan potensi alam dan arah kebijakan yang semakin terstruktur, Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan wisata bahari Sabang sekaligus lokomotif ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Weh.(*)
