BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh — Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Banda Aceh (Orlok Banda Aceh) kembali menggelar kegiatan rutin Meurunoe Radio Amatir Koetaradja (Meurak) ke-6 pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh antusiasme ini bertempat di SMEA Premium Kebun Raja, Banda Aceh.
Mengusung tema “Komunikasi Digital Amatir Radio: Teori dan Praktek”, Meurak 6 difokuskan pada perkembangan teknologi komunikasi digital di dunia radio amatir, khususnya mode FT yang semakin populer karena kemampuannya berkomunikasi pada kondisi sinyal lemah.
Kegiatan dibuka dengan pengantar oleh YC6BKO (Julizar), Ketua Orlok Banda Aceh. Yang menjelaskan beberapa mode komunikasi digital yang dapat kita aplikasikan dalam komunikasi kebencanaan maupun komunikasi saat normal,mengirim gambar melalui radio ( Slow Scan Televisi – SSTV ) , mengirim data Melalui radio ( Phase Shift Keying 31 boud – PSK 31) dan komunikasi radio terkoneksi internet ( Voice over Internet Protokol – Voip /Teamspeak 3)dan beberapa varian mode digital lainnya
Materi utama tentang FT-8 disampaikan oleh YD6AJA (Om Nawi), seorang DXer berpengalaman sekaligus praktisi CW dan komunikasi FT. Om Nawi memberikan penjabaran perbedaan Komunikasi FT dari FT-8 hingga FT-2 yang pernah ia lakukan Sesi praktek FT-8 langsung dipandu oleh YD6ASQ (Ryan), Kabid Operasi dan Teknik (OT) Orlok Banda Aceh.
Sebanyak 18 peserta mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat. Meski berlangsung secara sederhana, suasana tetap hidup dan seru. Seluruh peserta aktif bertanya serta berdiskusi mendalam seputar aplikasi komunikasi digital dalam kegiatan radio amatir sehari-hari.
“Komunikasi digital sudah tidak bisa dihindari lagi di era sekarang. Komunikasi ini membuka peluang bagi radio amatir untuk tetap bisa berhubungan meski kondisi propagasi tidak mendukung,” ujar YC6BKO.
Kegiatan Meurak rutin Orlok Banda Aceh ini menjadi sarana berharga bagi anggota dan calon anggota ORARI untuk terus meningkatkan kompetensi, baik teori maupun praktik langsung. Dengan antusiasme tinggi para peserta, diharapkan semakin banyak radio amatir di Aceh yang mahir menggunakan teknologi digital modern seperti FT-8.
Orlok Banda Aceh berkomitmen untuk terus menggelar seri Meurak berikutnya sebagai bentuk kontribusi dalam mengembangkan hobi dan kemampuan komunikasi darurat berbasis radio amatir di wilayah Aceh.
