Penguatan UKS di Banda Aceh: 38 SMP Gali Praktik Baik Trias UKS di SMPN 6 Banda Aceh, Wujudkan Sekolah Sehat menuju Generasi Emas 2045

BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh menggelar kegiatan observasi dan penguatan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bagi 38 SMP negeri dan swasta se-Kota Banda Aceh,(9/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung setengah hari, dimulai pukul 08.00–12.30 WIB ini difokuskan pada pengamatan langsung implementasi Trias UKS di SMPN 6 Kota Banda Aceh, yang dikenal konsisten dalam menerapkan standar sekolah sehat dan inovatif.

Agenda ini sesungguhnya telah direncanakan sejak November 2025. Namun, bencana banjir yang melanda Aceh saat itu sempat merendam kawasan SMPN 6 Banda Aceh sehingga pelaksanaan kegiatan terpaksa ditunda hingga kondisi fisik dan operasional sekolah pulih sepenuhnya.

Penundaan ini justru menjadi momentum bermakna bagi seluruh peserta untuk menyaksikan ketangguhan sekolah dalam memulihkan dan mempertahankan standar kesehatan lingkungan pasca bencana.

Sebanyak 38 sekolah diwakili oleh kepala sekolah, pengelola UKS, serta pengawas pembina dibimbing oleh narasumber dari BPMP Provinsi Aceh Yusnaini, S. Si., M. Pd. Seluruh peserta dibekali dengan panduan standar UKS serta instrumen penilaian UKS dan lembar observasi terstruktur.

Fokus pengamatan meliputi UKS, bank sampah, klinik kesehatan jiwa, dapur sehat, galeri, serta ruang penunjang literasi kesehatan seperti perpustakaan, pojok baca, dan ruang kelas yang terintegrasi dengan pesan kesehatan. Tak ketinggalan, fasilitas penunjang lingkungan sehat seperti sarana cuci tangan pakai sabun, toilet bersih, dan kantin sehat juga menjadi sorotan utama.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Sulaiman Bakrie, S.Pd,.M.Pd dalam sambutannya menekankan, “Kesehatan peserta didik adalah fondasi utama prestasi akademik dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan setiap SMP di Banda Aceh tidak hanya memiliki ruang UKS secara fisik, tetapi juga mengelola Trias UKS—pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat—secara menyeluruh, terukur, dan berkelanjutan.”

Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Syarifah Nargis,S.Ag.,M.Pd yang mendampingi kegiatan dari awal hingga akhir menambahkan, “Instrumen penilaian mandiri ini dirancang agar sekolah dapat memetakan kekuatan dan area pengembangan secara objektif. Praktik baik yang kami lihat hari ini akan menjadi referensi nyata untuk ditiru, diadaptasi, dan diimplementasikan sesuai konteks masing-masing sekolah.”

Dalam sesi presentasi hasil observasi, sejumlah praktik inspiratif berhasil diidentifikasi dan direncanakan untuk segera diadopsi. Di antaranya, integrasi tenaga perawat (nurse) profesional dalam manajemen UKS yang meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar, serta inovasi pengelolaan sampah yang telah memberdayakan siswa melalui sistem buku rekening pribadi tabungan daur ulang yang bekerjasama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) serta produksi sabun dengan Ko enzim hasil daur ulang sampah di Bank Sampah SMPN 6 Kota Banda Aceh. Keberadaan klinik kesehatan jiwa dan ruang literasi kesehatan juga dinilai sebagai terobosan holistik yang menjawab kebutuhan kesehatan mental dan fisik pelajar di era modern.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) implementasi praktik baik Trias UKS di sekolah masing-masing dalam waktu 30 hari ke depan. Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh menegaskan akan melakukan pendampingan berkala, monitoring, serta evaluasi guna memastikan percepatan terwujudnya sekolah sehat, tangguh bencana, dan berbudaya hidup bersih di seluruh SMP se-Kota Banda Aceh, sehingga mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, berkarakter serta berprestasi bukan lagi sebuah mimpi.