BERITA RAKYAT ACEH | Jakarta – Nadita Aprilia, lifter putri Aceh membuktikan kelasnya sebagai lifter papan atas Indonesia, di ajang Kejurnas Senior Angkat Besi PT Pupuk Indonesia. Tampil di kelas 61 Kg putri, atlet yang membela Indonesia di ajang Islamic Solidarity Games itu, memborong 3 medali emas, Sabtu (18/04/2026) jelang petang tadi.
Dengan nomor lot 62, Nadita merajai nomor Snatch dengan hanya sekali angkatan barbel seberat 80 kilogram. Ia disusul oleh Inong Simatupang dari Riau dengan angkatan 78 kg dan Faradilla dari Sumut dengan angkatan 73 Kg. Nadita terus menapak trend positif setelah kembali unggul di angkatan clean and jerk dengan berat 96 kg. Namun di nomor ini Faradila meraih perak dengan angkatan 92 kg, sedangkan Inong Simatupang meraih perunggu dengan angkatan 91 kg.
Lewat formasi angkatan snatch serta clean n jerk itu, Nadita unggul telak dari pesaingnya untuk kembali meraih medali emas, lewat total angkatan 176 kg. Sementara Inong Simatupang meraih perak dengan total angkatan 169 kg serta medali perunggu untuk Faradila dengan total angkatan 165 kg. “Alhamdullah, sempat puasa medali hingga nyaris dua hari pertama perhelatan kejuaraan, kita akhirnya sukses memboyong tiga emas lewat Nadita Aprilia. Ini adalah bukti dari konsistensi penampilan dan prestasi Nadita yang telah tampil di Islamic Solidarity Games,” kata Pelatih Kepala Tim Aceh di Kejurnas angkat besi kali ini, Efendi Eria.
Sebelumnya, Aceh gagal meraih medali, usai menurunkan Irrahman di Kelas 60 Kg Putra dan Indah Resideria , Kelas 57 Kg Putri. Keduanya hanya sukses sampai pada rangking lima di nomor masing-masing.
Namun, Minggu (19/04/2026) besok, Aceh akan menurunkan dua lifter andalannya, yaitu Nurul Akmal peraih emas PON 2024 yang juga atlet Olimpiade serta M Zul Ilmi peraih emas PON 2024 sekaligus atlet SEA Games. Nurul Akmal yang tampil di kelas 69+ akan beraksi pada pukul 12.00 WIB, sedangkan M Zul Ilmi dan T Yulianda yang bermain di kelas 85 Kg akan turun pada pukul 14.00 WIB. “Doakan semoga anak anak sukses membawa nama baik Aceh di ajang Kejurnas Angkat Besi Senior PT Pupuk Indonesia tahun 2026 kali ini,” ujar Efendi Eria yang juga tercatat sebagai salah seorang pelatih angkat besi nasional.
Diakui oleh Efendi yang biasa disapa Om Fen itu, Kejurnas Angkat Besi Senior PT Pupuk Indonesia tahun 202 kali ini agak berat untuk kelas atas, karena digabung kelasnya dari empat menjadi satu kelas. Namun harapan untuk Aceh tetap ada, karena memiliki atlet dengan jam terbang in ternasional. “Memang, kita tak mau target muluk muluk di Kejurnas kali ini, Insha Allah kita ingin yang terbaik saja. Lebih dari itu, kita juga ingin melihat prestasi atlet pada Kelas yang baru dimulai pada Kejurnas ini, sebagai persiapan pembinaan menuju Pra PON 2027 akan datang,” kata Om Fen.
Aceh terhitung sebagai salah satu kekuatan utama di Cabor Angkat Besi nasional. Terakhir pada PON ke-21 tahun 2024 Aceh-Sumut, kontingen PABSI Aceh sukses meraih juara umum Cabor Angkat Besi dengan meraih empat meadali emas. Dengan tiga emas yang telah diraih, hari ini, prestasi Aceh di PON 21, sangat terbuka akan terulang. Terutama dari jam terbang Nurul Akmal (Amel) dan M Zul Ilmi.
