Tren Positif, Wisatawan Mancanegara ke Kota Sabang Terus Bertambah

BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Sektor pariwisata Kota Sabang menunjukkan tren positif, ditandai dengan lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 34 persen sepanjang tahun 2025.

Data Dinas Pariwisata mencatat, sebanyak 8.079 wisatawan asing berkunjung ke kawasan Pulau Weh selama 2025. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 6.023 kunjungan.

Peningkatan ini menjadi sinyal kuat pulihnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap Sabang sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah barat Indonesia.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Sabang, Murdiana, menyebutkan bahwa strategi diversifikasi pasar mulai menunjukkan hasil yang positif.

“Peningkatan ini menunjukkan promosi pariwisata Sabang mulai memberikan hasil yang positif. Kami melihat minat wisatawan, khususnya dari Malaysia dan daratan Eropa, terus bertambah secara konsisten,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).

Wisatawan asal Malaysia tercatat menjadi penyumbang terbesar dalam lonjakan tersebut. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan dari negara jiran itu mencapai 2.622 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 589 orang.

Selain faktor kedekatan geografis, kesamaan budaya turut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Malaysia untuk berkunjung ke Sabang.

Di sisi lain, pasar Eropa juga menunjukkan tren yang stabil. Wisatawan asal Belanda tercatat sebanyak 394 orang, diikuti Jerman 328 orang, Prancis 225 orang, serta Inggris 124 orang.

“Meski jumlah kunjungan melalui kapal pesiar (cruise ship) mengalami fluktuasi dan sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya, namun secara keseluruhan tren kunjungan wisman melalui jalur reguler tetap meningkat tajam,” tambah Murdiana.

Peningkatan juga terjadi dari kawasan Asia Timur dan Amerika. Wisatawan asal China naik dari 219 orang pada 2024 menjadi 365 orang pada 2025. Sementara itu, kunjungan dari Australia tercatat 134 orang dan Amerika Serikat sebanyak 71 orang.

Melihat tren tersebut, Pemerintah Kota Sabang berencana memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata, khususnya dalam pengembangan paket wisata yang lebih tersegmentasi.

Fokus pengembangan diarahkan pada wisata minat khusus seperti selam (diving), pelayaran (sailing), serta wisata sejarah atau heritage yang dinilai memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, kunjungan wisatawan mancanegara diharapkan tidak hanya berdampak pada angka statistik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan hingga pelaku UMKM lokal.