Batu Kapal Iboih Kian Diminati, Sajikan Panorama Tebing Unik dan Senja Memikat

BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Destinasi Batu Kapal di kawasan Iboih, Kota Sabang, mulai menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Keunikan tebing yang menyerupai kapal serta panorama senja yang indah menjadikan lokasi ini sebagai alternatif wisata alam yang kian diminati.

Minat wisatawan terhadap Batu Kapal Iboih terus meningkat, terutama dari kalangan pecinta alam dan pemburu suasana tenang. Lokasi ini dikenal menawarkan pemandangan yang berbeda dibandingkan destinasi populer lainnya di Sabang, dengan nuansa alami yang masih terjaga.

Daya tarik utama kawasan ini terletak pada bentuk tebing karang yang unik. Dari sudut tertentu, formasinya tampak menyerupai kapal besar yang menghadap langsung ke laut lepas. Pemandangan tersebut semakin menarik dengan perpaduan warna laut biru dan vegetasi hijau di sekitarnya.

Selain itu, momen matahari terbenam menjadi salah satu alasan wisatawan datang ke lokasi ini. Saat sore hari, langit yang berubah warna menjadi jingga keemasan menciptakan suasana dramatis, berpadu dengan siluet batu yang menyerupai kapal.

Sebagian pengunjung bahkan menjuluki kawasan ini sebagai “Secret Beach”. Meski tidak memiliki hamparan pasir yang luas, area di sekitar tebing cukup nyaman untuk bersantai, menikmati angin laut, maupun berkumpul bersama teman.

Berbagai aktivitas dapat dilakukan di lokasi ini, seperti berkemah, berfoto, hingga bermain paddle boat saat kondisi laut mendukung. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung biasanya meningkat karena banyak yang mencari alternatif wisata selain Pantai Iboih yang lebih ramai.

Salah seorang pengunjung, Fandi, mengaku kerap datang ke lokasi tersebut untuk berkemah. Ia menyebut suasana alami dan relatif sepi menjadi daya tarik utama.

“Kalau sore pemandangannya sangat indah, apalagi saat sunset. Banyak juga yang datang untuk camping atau sekadar foto-foto. Tempatnya masih alami jadi terasa lebih tenang,” katanya.

Secara lokasi, Batu Kapal berada di jalur menuju The Pade Dive Resort sebelum kawasan Gua Sarang, di Kecamatan Sukamakmue. Akses menuju titik lokasi cukup mudah, meskipun belum dilengkapi penunjuk arah yang memadai.

Pengunjung dapat memarkir kendaraan di pinggir jalan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar lima menit melalui jalur anak tangga sederhana. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena beberapa bagian jalur cukup curam, terutama saat licin.

Ketua Pokdarwis Iboih, Tarmizi, menilai kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus berbasis alam.

“Batu Kapal ini punya karakter yang khas. Bentuknya menyerupai kapal dan itu jarang ditemukan di lokasi lain. Kami berharap pengunjung tetap menjaga kebersihan agar kawasan ini tetap lestari,” ujarnya.

Meski memiliki daya tarik kuat, fasilitas di lokasi ini masih terbatas. Sarana seperti toilet, tempat sampah, maupun papan informasi belum tersedia secara memadai. Kondisi tersebut di satu sisi menjaga keasrian, namun juga membutuhkan kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan.

Pengembangan kawasan Batu Kapal ke depan diharapkan tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan. Upaya promosi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat diharapkan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan pesisir.

Selama ini, kawasan Iboih dikenal sebagai pusat wisata bahari di Sabang, khususnya karena kekayaan bawah lautnya. Kehadiran Batu Kapal menjadi pelengkap yang menawarkan pengalaman berbeda berupa panorama tebing dan keindahan senja.

Dengan potensi yang dimiliki, Batu Kapal berpeluang menjadi ikon wisata baru di Pulau Weh. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata dinilai penting agar kawasan ini berkembang tanpa kehilangan keasliannya.