DPRK Sabang Ingatkan Pentingnya Etika Wisata Selama Bulan Ramadan

BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Suasana Ramadan di Kota Sabang yang kental dengan nuansa religius menjadi perhatian bagi wisatawan yang berkunjung. DPRK Sabang mengajak para pengunjung untuk menyesuaikan diri dengan budaya lokal agar tercipta kenyamanan bersama selama bulan suci.

Bulan suci Ramadan menghadirkan suasana berbeda di Kota Sabang, di mana aktivitas masyarakat lebih didominasi oleh kegiatan ibadah dan tradisi keagamaan. Kondisi ini juga menjadi bagian dari pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Ketua DPRK Sabang, Magdalaina, menegaskan bahwa Sabang tetap terbuka bagi wisatawan, namun penting bagi pengunjung untuk menghormati nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat.

“Kita tentu menyambut baik wisatawan yang datang ke Sabang, namun selama Ramadan kami mengimbau agar para pengunjung juga menghargai kearifan lokal serta norma yang berlaku di tengah masyarakat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi kunci utama dalam menjaga suasana yang kondusif antara masyarakat lokal dan wisatawan selama bulan Ramadan.

Ia menjelaskan, bentuk penghormatan tersebut dapat diwujudkan melalui hal sederhana, seperti tidak makan dan minum secara terbuka di tempat umum pada siang hari serta menjaga sikap dan perilaku selama berada di kawasan wisata.

Selain wisatawan, pelaku usaha pariwisata juga diharapkan turut berperan dalam memberikan pemahaman kepada pengunjung terkait adat istiadat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

“Pelaku usaha pariwisata juga dapat berperan memberikan informasi kepada wisatawan mengenai aturan dan budaya lokal, sehingga semua pihak bisa saling menghargai,” tambahnya.

Magdalaina menilai, Ramadan justru dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana religi yang khas di Aceh. Berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di masjid maupun lingkungan masyarakat menjadi pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Ia berharap, dengan adanya kesadaran bersama, aktivitas pariwisata di Sabang tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Dengan saling menghormati, kita berharap pariwisata di Sabang tetap berjalan kondusif, sementara masyarakat juga dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk,” pungkasnya.