BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Pemerintah Kota Sabang mulai menghidupkan kembali kawasan kota tua sebagai ruang wisata sejarah dan edukasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal sekaligus menghadirkan alternatif destinasi berbasis budaya di tengah perkembangan kota.
Upaya pelestarian sejarah di Kota Sabang kini diarahkan pada pengembangan kawasan kota tua yang memiliki nilai historis tinggi. Kawasan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai situs peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai ruang publik yang edukatif dan produktif.
Sejumlah bangunan bersejarah yang masih berdiri, mulai dari peninggalan kolonial hingga jejak pertahanan Jepang, menjadi bagian penting dalam membangun narasi sejarah Sabang sebagai wilayah paling barat Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi.
“Kota tua Sabang tidak hanya menyimpan nilai sejarah tetapi juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda dan wisatawan untuk memahami perjalanan panjang kota ini,” ujar Harry Susethia, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, kawasan kota tua memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran sejarah yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat maupun wisatawan.
Revitalisasi kawasan dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter asli bangunan yang ada. Pemerintah berupaya menghidupkan kembali fungsi kawasan tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat.
Sejumlah bangunan lama direncanakan akan dimanfaatkan sebagai galeri sejarah, pusat informasi wisata, hingga ruang kreatif yang dapat digunakan oleh masyarakat.
“Kami ingin kota tua ini hidup kembali sebagai ruang publik yang produktif tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Harry.
Kawasan kota tua Sabang sendiri mencakup berbagai titik penting, seperti Gedung Eks Kantor Pos dan Telegraf, benteng peninggalan Jepang di kawasan Kota Atas, hingga dermaga lama yang dahulu menjadi jalur logistik dan militer.
Saat ini, sebagian lokasi tersebut masih digunakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama dengan komunitas sejarah serta pegiat budaya lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu menggali lebih banyak cerita lokal yang dapat memperkaya pengalaman wisata berbasis sejarah.
Dengan meningkatnya minat terhadap wisata edukasi dan budaya, kawasan kota tua Sabang dinilai memiliki potensi menjadi daya tarik baru. Pengembangannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa mengabaikan pelestarian nilai sejarah dan budaya.
