BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Festival Gampong Kuta Barat 2026 resmi digelar di Dermaga CT 1 BPKS Sabang, Sabtu (25/4/2026), dengan mengusung tema “Satu Gampong, Seribu Rasa, Sejuta Karya”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sabang dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan bahwa sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas dalam peningkatan ekonomi daerah.
“Sektor pariwisata saat ini sedang naik daun. Karena itu, pariwisata harus menjadi target utama peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Festival Gampong Kuta Barat menjadi wadah untuk mempromosikan potensi lokal yang selama ini belum terekspos secara maksimal, khususnya di bidang kuliner, seni budaya, dan kreativitas masyarakat.
“Melalui festival ini, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan UMKM, mempererat kebersamaan masyarakat, serta menarik kunjungan wisatawan ke Kota Sabang,” katanya.
Festival ini diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya bazar UMKM yang diikuti 16 stand pelaku usaha lokal, khanduri kuah beulangong, pagelaran seni budaya, serta wisata edukasi melalui kegiatan open ship Kapal Wisanggeni-8005 yang bersandar di Pelabuhan BPKS CT 1.
Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Sabang, Rinaldi Syahputra, mengapresiasi kolaborasi masyarakat Gampong Kuta Barat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. “Semangat, inisiatif, dan kolaborasi yang luar biasa dari warga telah membuat festival ini terwujud dengan meriah,” ujarnya.
Menurutnya, tema festival mencerminkan kekuatan lokal yang harus diarahkan pada kemandirian ekonomi dan kreativitas masyarakat.
“Dari 18 gampong di Sabang, semuanya memiliki potensi. Namun muara dari semua itu harus berujung pada kemandirian ekonomi dan kreativitas masyarakat,” jelasnya.
Rinaldi juga menekankan bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi dari pengalaman yang dirasakan wisatawan.
“Jika kita hanya mengandalkan keindahan alam, wisatawan mungkin hanya datang sekali. Namun jika ada cerita, budaya, dan interaksi, mereka akan datang kembali,” ungkapnya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mempromosikan daerahnya sendiri. “Masyarakat harus mampu menjadi sales marketing bagi daerahnya sendiri. Kunci terpentingnya adalah berani memulai,” tambahnya.
Festival Gampong Kuta Barat 2026 ini diharapkan mampu memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan, dengan target mencapai sekitar 2.000 pengunjung. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Sabang.
