Pon Yaya – Rayuan Legend di KONI Aceh

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Teuku Rayuan Sukma terpilih kembali aklamasi sebagai Ketua Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh periode 2026 – 2030 pada Musorprov di Hotel Seventeen, Stui Banda Aceh, Selasa ((28/4).

Sebanyak 16 Pengcab yang hadir secara serentak mendukung kembali mantan Kadispora Aceh itu melanjutkan perjuangan dan meningkatkan prestasi atlet angkat besi Aceh ke kancah nasional dan internasional.

“Terima kasih kepada teman teman Pengcab yang sudah memberikan kembali kepercayaan kepada saya,” ujar T Rayuan Sukma yang kini menduduki kursi Wakil Ketua I KONI Aceh.

Mau tidak mau, kata Rayuan, kita harus akui bahwa prestasi atlet PABSI Aceh terbaik selama lima belas tahun terakhir. Itu tidak bisa dipungkiri, bila dibangdingkan dengan cabor yang lain. ‘Kami boleh bangga sedikit,’ sebutnya.

Pada PON Aceh – Sumut tahun 2024 cabor PABSI Aceh juara umum dengan empat emas.

Ada Nurul Akmal atlet angkat besi putri yang sudah menjajal Olimpiade. Ada Zul Ilmi yang mendulang emas di Sea Games dan terakhir ada Nadita Aprilia. Bahkan di Kejurnas pecahkan rekor dalam beberapa nomor angkatan di Bandung dengan empat emas, Maret 2026

Atas semua legacy ini, kami dibangun gedung PABSI Aceh dan terbaik seluruh Indonesia. Disitulah anak anak digembleng oleh pelatih Effendy Eria, sehingga jadi atlet.

“Motto kami persaudaraan dan kesetiaan dan kekeluargaan di PABSI jalin dengat erat”.

Sementara Ketua KONI Aceh Saiful Bahri (Pon Yaya) mengatakan sosok T Rayuan Sukma tidak salah lagi memimpin Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh.

Saya bangga atas prestasi yang telah ditoreh PABSI Aceh dengan kerja keras. Capaian ini semakin memperkuat langkah srategis ke depan, transparan dan penuh semangat.

Ini pencapaian yang harus kita jaga dengan terus berlatih. Tantangan semakin komplek maka perlu keberlanjutan menjadi kunci utama dalam meraih prestasi.

‘Saya sangat terbantu dengan adanya Pak Rayuan, Pak Bachtiar, Pak Dr Mansur dan Pak Muslim’, mereka ini merupakan legend di KONI Aceh’, pungkas Pon Yaya. (imj)