Penguatan Peran Orang Tua Dalam Pemeliharaan Kesehatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Banda Aceh

BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus (ABK) terus ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SLB Negeri Banda Aceh. Kegiatan ini diketuai oleh Ibu Eka Sri Rahayu, SKM, MKM, bersama tim dari Poltekkes Kemenkes Aceh, dengan fokus utama pada penguatan peran orang tua dalam perawatan kesehatan gigi anak.

Kepala SLB Negeri Banda Aceh, Nurlina, S.Pd, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi kesehatan gigi anak di SLB Negeri Banda Aceh yang masih memprihatinkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sekitar 78% anak mengalami karies gigi dan memiliki tingkat kebersihan gigi yang rendah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga keluarga sebagai lingkungan utama dalam pembentukan kebiasaan sehat.

Dalam kegiatan ini, para orang tua diberikan edukasi dan pelatihan praktis mengenai cara merawat kesehatan gigi anak berkebutuhan khusus. Materi yang disampaikan meliputi teknik menyikat gigi yang benar, penggunaan media edukatif sederhana, serta pendampingan rutin yang disesuaikan dengan kondisi motorik dan kognitif anak.

“Keterlibatan orang tua sangat penting karena mereka merupakan pendamping utama anak di rumah. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, perawatan gigi anak dapat dilakukan secara konsisten,” ujar Ketua Tim, Eka Sri Rahayu.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif, melibatkan orang tua, guru, serta tenaga kesehatan. Selain penyuluhan, dilakukan juga simulasi menyikat gigi, diskusi interaktif, serta pemeriksaan kesehatan gigi anak secara berkala. Program ini juga memperkenalkan sistem pemantauan berbasis keluarga melalui buku harian kesehatan gigi, guna memastikan keberlanjutan perawatan di rumah.

Tidak hanya itu, tim pengabdian juga mengembangkan media edukatif berupa leaflet dan video sederhana yang mudah dipahami oleh anak dan orang tua. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan orang tua dan mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan gigi anak. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena sangat membantu orang tua dalam mendampingi anak-anak,” ungkap Nurlina, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi penurunan kasus karies gigi serta peningkatan kebersihan gigi anak di SLB Negeri Banda Aceh. Selain itu, program ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh.