BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut anak terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Gampong Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Kegiatan ini mengangkat tema “Pemberdayaan Keluarga melalui Model Home Care Asuhan Keperawatan Gigi Anak” dengan melibatkan peran aktif keluarga, anak, serta kader kesehatan di tingkat gampong.
Program ini diinisiasi oleh tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas keluarga dalam menjaga kesehatan gigi anak secara mandiri di rumah. Berdasarkan hasil survei awal, sekitar 60 persen anak di wilayah tersebut masih mengalami masalah karies gigi dengan tingkat kebersihan mulut yang tergolong rendah, sehingga diperlukan intervensi yang lebih menyentuh langsung kehidupan keluarga.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Dr. Reca, S.ST., M.Kes bersama tim dari Poltekkes Kemenkes Aceh, menjelaskan bahwa pendekatan home care dipilih sebagai strategi inovatif yang berfokus pada pemberdayaan keluarga. Menurutnya, selama ini layanan kesehatan gigi cenderung bersifat umum dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan spesifik setiap keluarga. “Melalui model ini, kami hadir langsung ke rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi, pendampingan, sekaligus praktik perawatan gigi anak secara nyata,” ungkapnya.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara intensif selama 21 hari di lingkungan desa, dengan pendekatan kunjungan rumah secara berkala kepada keluarga sasaran. Selama periode tersebut, tim melakukan pendampingan langsung guna memastikan perubahan perilaku perawatan gigi anak dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa penyuluhan, tetapi juga pelatihan praktis seperti teknik menyikat gigi yang benar, edukasi pola makan sehat, serta demonstrasi langsung yang melibatkan anak dan orang tua. Untuk memperkuat keberlanjutan praktik di rumah, setiap keluarga juga dibekali buku saku sebagai panduan perawatan gigi anak sehari-hari.

Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada keluarga sebagai sasaran utama, tetapi juga memperkuat peran kader Posyandu sebagai agen perubahan di masyarakat. Sebanyak 10 kader Posyandu mendapatkan pelatihan khusus terkait edukasi dan pemantauan kesehatan gigi anak. Melalui pelatihan ini, kader diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
“Kami ingin kader Posyandu memiliki kapasitas lebih, tidak hanya dalam kegiatan rutin, tetapi juga dalam memberikan edukasi kesehatan gigi anak. Dengan demikian, program ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambah Dr. Reca.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat, survei awal kondisi kesehatan gigi anak, pelatihan keluarga, hingga kunjungan rumah sebagai bagian dari implementasi home care. Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi, baik dari aspek pengetahuan orang tua maupun status kesehatan gigi anak.
Keuchik Gampong Ateuk Pahlawan, Azman, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Kami sangat mendukung kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama dalam menjaga kesehatan anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menurunkan angka karies gigi pada anak sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya perawatan gigi sejak usia dini. Lebih dari itu, model pemberdayaan berbasis keluarga ini berpotensi menjadi contoh bagi pengembangan program kesehatan masyarakat di wilayah lain di Kota Banda Aceh.
