Region BSI Aceh Miliki Asset Rp 24 Trilliun

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Aceh kini memiliki Asset Rp 24 Trilliun. Ini merupakan kerja keras dan komitmen dalam meningkatkan pendapatan yang maksimal.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan mengatakan salah satu wujud kokitmen BSI serta mempererat sinergi bersama Pemerintah, OJK dan Media

‘Saya selalu berharap masukan yang membangun dan chalenge dari mitra untuk pertumbuhan BSI Aceh ke depan’, ujarnya dalam Media Gathering BSI Region Aceh, Rabu 13 Mai 2026 dan
dihadiri dari OJK Firman Octo Ormanda dan Ferdinan Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin.

Mengusung tema “Peran strategis Perbankan Syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh’ dengan tagline BSI sebagai bank yang komplit, dimana ada unit Bank Emas sama dengan Pegadaian.

Saat ini, kata Imsak Ramadhan, BSI sudah masuk rangking 5 besar nasional naik dibandingkan tahun lalu. Ini menjadi bagian pertumbuhan yang signifikan.

BSI sudah sejajar dan sama dengan bak pemerintah lainnya terutama dengan bank Mandiri. dulu kami dibawah mereka. Mohon doanya untuk BSI terus tumbuh dan layanan terbaik, ungkap Imsak Ramadhan.

Jadi kami juga sebagai sahabat spritual, finansial dan sosial jadi lengkap sudah program yang ada di BSI, katanya lagi.

Kami juga berharap kepada OJK, KD Dewan Keuangan Syariah dapat terus bermitra untuk terus menjadi terbaik.

Kami juga konsern untuk membantu UMKM dan sangat mendukung program Pemerintah. Bahkan sudah menyalurkan ke publik sebesar Rp 17 Trilliun.

Semoga sinergi yang sudah terjalin terus terbangun demi untuk Aceh yang mulia ini.

Kami selalu meningkatkan pelayanan terhadap nasabah.
BSI selalu disorot, misal ATM yang macet

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin mengatakan peran media tak hentinya mendukung program BSI yang semakin sukses.

Kami bangga menjadi bagian dari BSI sebagai mitra, kita terus mengkritisi hal yang menjadi layanan publik.

Sementara Wakil Direktur Eksekutif KD Dewan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh Prof Hafas Furqani mengatakan semua bank konvensional berubah dan berproses selama tiga tahun dari 2021 – 2023 menjadi bank syariah.

Jadi prosesnya sangat cepat sehingga bank konvensional seperti BSI dari merger tiga bank, yakni Mandiri, BNI dan BRI.

Kita dari KDEKS dibentuk 2023 dilantik oleh Wakil Presiden Maruf Amin dikatakan keberhasilan Aceh menjadi bank syariah menjadikan moment nasional.

Kini setiap provinsi sudah ada KDEKS dibawah Gubernur dengan Direktur Prof Syahrizal Abbas. Kini sudah menjadi bagian dari mitra bank syariah lainnya.

Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Ormando mengatakan di Aceh semua lembaga keuangan sudah syariah dan tidak ada lagi yang menjalankan secara

Posisi Maret yang masuk ke OJK kinerja bank umum ditengah bencana ternyata masih menunjukkan trend positif.

Ternyata dampak dari qanun syariah cukup bagus dan kita terus terang sampaikan ada unsur inklusi dan menjadi pekerjaan rumah.

Dimana mau tidak mau masih banyak saudara kita membandingkan antara bank syariah dan konvensional.

Maka ini perlu peran media untuk terus mensosialisasikan agar masyarakat memahami peran bank syariah di Aceh.

Manager OJK Aceh, Ferdinan memaparkan pentingnya perbankan syariah di Aceh dan sekaligus pertumbuhan dan perkembangannya.

Saya kira dengan Aceh yang sangat spesifik kekhususan akan terus berkembang dengan baik sinergi antara Pemerintah, perbankan dan pengusaha dan masyarakat. (imj)