Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kader Lingkungan HAkA Batch 4 Ikuti Aksi Penanaman 1000 Pohon di Aceh Tengah

BERITA RAKYAT ACEH I Aceh Tengah – Kader Lingkungan HAkA Batch 4 Tahun 2026 menjadi bagian dari aksi ini bersama-sama 200 orang warga Aceh Tengah yang terdiri dari unsur siswa/siswi, mahasiswa, penggiat lingkungan, masyarakat, serta pemerintah desa sebagai bentuk aksi nyata generasi muda dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemulihan alam pascabencana. Bersama berbagai elemen masyarakat, para kader lingkungan turut terlibat langsung dalam proses penanaman pohon di 4 (empat) titik di kawasan Desa Mendale.

Aksi penanaman 1000 pohon ini diselenggarakan pada 5 Juni 2026 untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. LPHK (Lembaga Pengelola Hutan Kampung) Peteri Pukes menjadi inisiator kegiatan yang dilaksanakan di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup serta mendorong aksi nyata dalam pelestarian hutan dan alam.

Pelatihan Kader Lingkungan yang diselenggarakan oleh Yayasan HAkA (Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh) merupakan program yang menjadi wadah pembelajaran, diskusi, dan penguatan kapasitas bagi generasi muda agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai isu-isu lingkungan hidup, khususnya terkait kerusakan lingkungan, konflik sumber daya alam, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan substantif, keterampilan advokasi, serta kemampuan analisis dan kampanye lingkungan sehingga mampu berperan aktif sebagai agent of change dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup di Aceh.

Reje Mendale, Syaifullah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pascabencana yang terjadi beberapa bulan lalu, masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Setelah kurang lebih enam bulan pascabencana, kita harus bersama-sama menjaga lingkungan dan alam sekitar. Alhamdulillah kondisi wisata di Mendale saat momentum Iduladha juga mulai kembali seperti semula,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Kebayakan, Nashrin, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon menjadi langkah baik dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

“Setelah banyak kehilangan akibat bencana, kegiatan ini menjadi langkah yang baik untuk mengajak masyarakat kembali peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Perwakilan Yayasan HAkA, Badrul Irfan, turut menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari upaya melindungi kehidupan masyarakat di masa depan.

“Bencana membuat kita menyadari bahwa kehilangan bukan hanya sekadar kehilangan benda, tetapi juga mata pencaharian dan tempat tinggal. Karena itu, menjaga alam dan konservasi lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Kehadiran banyak generasi muda dalam kegiatan ini menjadi harapan besar agar lingkungan tetap lestari dan dapat dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) sekaligus Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Aceh Tengah, Ny. Vitriani, mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita demi kelestarian alam. Dengan menjaga hal-hal kecil hari ini, kita juga sedang menjaga masa depan yang lebih baik,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Kader Lingkungan HAkA Batch 4 diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi-aksi nyata dalam menjaga lingkungan hidup dan memperkuat gerakan konservasi di Aceh.