BERITA RAKYAT ACEH | Bandung – Anggota DPR RI Komisi IV DPR RI, TA Khalid, dikukuhkan menjadi Doktor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung dengan predikat pujian (cumlaude) atas disertasi dengan judul:
“Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance ESG terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Peran Parlemen sebagai Variabel Mediasi”, yang dibacakan oleh Ketua Tim Promotor, Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, S.E., M.M., M.H., Sekretaris Sidang, Dr. Tetty Herawaty, S.P., M.Si.
Co-Promotor, Prof. Dr. Widya Setiabudi Sumadinata, S.IP., Co-Promotor, Prof. Dr. Mukhlis Yunus, M.S.
“temuan dalam disertasi ini menujukkan bahwa hubungan antara Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure, dan kinerja keuangan perusahaan tidak dapat dijelaskan hanya melalui persektif perusahaan atau mekanisme pasar. hasil penelitian justru menujukkan bahwa pengaruh ESG disclosure terhadap kinerja perusahaan menjadi efektif ketika dimediasi oleh peran parlemen sebagai institusi formal”, sebut TA Khalid dalam sidang promosi Doktoral tersebut. dihadapan para Promotor dan co promotor.
Acara promosi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat yang merupakan kolega dekat dari TA Khalid seperti Ketua Badan Legislasi DPR, Bob Hasan, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, Wakil Menteri Agama, Romo H Muhammad Syafei, yang juga turut menjadi tamu undangan yang memberikan sambutan dalam sidang promosi tersebut. Hadir juga Anggota DPR dan DPD Asal Aceh, Nasir Djamil, Muslem Aiyub, Teuku Ibrahim, Azhari Cage, Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah, Mulyadi Nurdin, juga beberapa tokoh dan pejabat yang datang dari Aceh seperti Bupati Aceh Utara Ismail A Djalil (Yah Wa), Bupati Bireun, Mukhlis Takabeya.
“hasil tulisan disertasi ini perlu diimplementasikan oleh Pemerintah baik di pusat maupun di daerah karena teori ini akan sangat membantu Pemerintah baik di pusat maupun di daerah dengan peran aktif dan transparan. Kolaboratif dunia usaha dengan peran parlemen untuk membantu akselarasi berbagai program pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat sebuah gagasan baru dalam kaitannya pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan hidup (TJSL) yang hanya dilaksanakan oleh Pemerintah dan Dunia Usaha tanpa melibatkan Parleman, sehingga selama ini penerapan tersebut belum optimal, dengan lahirnya teori ini tentu akan membantu pemerintah dan mendorong peningkatan transparansi, kepatuhan, reputasi, serta kepercayaan investor yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan”, kata Safaruddin, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh yang hadir juga bersama dengan Kepala Perwakilan YARA Banda Aceh, Yuni Eko Hariyatna.
