Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Warga Desa Cot Mesjid: Cegah Obesitas Melalui Penggunaan Aplikasi NutrAnt

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh — Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui konseling gizi berbasis aplikasi NutrAnt untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun di Desa Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Aceh, Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini mengangkat tema “Pemanfaatan Aplikasi NutrAnt dalam Konseling Gizi untuk Mencegah dan Mengendalikan Obesitas >18 Tahun di Kecamatan Lueng Bata, Aceh”. Program tersebut dipimpin oleh Dr. Agus Hendra Al Rahmad, SKM, MPH, selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat. Selain itu juga ikut memberikan materi dari Nunung Sri Mulyani, S.Gz, M.Biomed; Herry Imran, S.Pd, M.Pd dan Dr. Rachmawati, STP, M.Kes.

Kegiatan ini menyasar masyarakat dewasa yang memiliki risiko obesitas atau mengalami kelebihan berat badan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian obesitas, faktor penyebab, dampak terhadap kesehatan, serta pentingnya mengatur pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan memantau status gizi secara berkala.


Dalam kegiatan tersebut, tim Pengabmas juga mengenalkan aplikasi NutrAnt atau Nutrient and Anthropometricsebagai alat bantu konseling gizi. Aplikasi ini digunakan untuk membantu pengukuran dan pemantauan status gizi, termasuk memasukkan data berat badan dan tinggi badan, menghitung Indeks Massa Tubuh atau IMT, menganalisis kebutuhan energi, serta menyimpan riwayat hasil konseling peserta. Pendampingan kepada masyarakat dibantu oleh para Mahasiswa dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh.Aplikasi ini dapat didownload secara gratis pada Url: https://bit.ly/3RmvPUZ

Ketua Tim Pengabmas, Dr. Agus Hendra Al Rahmad, SKM, MPH, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana seperti NutrAnt diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah memahami kondisi gizinya. “Melalui aplikasi NutrAnt, peserta tidak hanya menerima penyuluhan, tetapi juga dapat menyusun dan menghitung asupan energi dan zat gizi serta melihat langsung kebutuhan juga kecukupan gizi agar tidak lebih dari standar. Harapannya, masyarakat lebih sadar terhadap risiko obesitas dan mulai melakukan perubahan perilaku secara bertahap, terutama dalam pola makan dan aktivitas fisik,” ujar Dr. Agus.

Ia menambahkan bahwa obesitas perlu dicegah sejak dini karena berkaitan erat dengan berbagai Penyakit Tidak Menular, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Oleh karena itu, pendekatan edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dekat dengan masyarakat.“Konseling gizi berbasis aplikasi ini menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung pemantauan kesehatan masyarakat. Namun, keberhasilannya tetap membutuhkan komitmen peserta, dukungan keluarga, serta pendampingan dari tenaga kesehatan dan pihak desa,” tambahnya.

Kepala Desa Blang Cut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai obesitas dan pemanfaatan teknologi kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan kesadaran terhadap pola hidup sehat. “Kami berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Aceh yang telah memilih Desa Cot Mesjid sebagai lokasi kegiatan. Program seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memahami cara mencegah obesitas dengan langkah yang lebih sederhana,” ujar Irfan Maulidin selaku Kepala Desa Cot Mesjid.

Kepala Desa juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk penyuluhan satu kali, tetapi juga melalui pendampingan dan pemantauan lanjutan bagi masyarakat yang memiliki risiko obesitas. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Masyarakat perlu terus didampingi agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur makanan, rutin bergerak, sampai memantau berat badan,” katanya.

Materi kegiatan turut menekankan bahwa obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak tubuh berlebih akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi dan zat gizi seperti karbohidrat dan lemak. Pada orang dewasa, obesitas ditandai dengan IMT ≥27 kg/m² dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti proses pengukuran antropometri dan simulasi penggunaan NutrAntdalam mengatur pola makan dan konsumsi (kebutuhan gizi energi dan zat gizi). Dengan aplikasi tersebut, hasil pengukuran peserta dapat dijelaskan secara lebih mudah, sehingga peserta dapat memahami status gizinya, bagaimana mengatur pola makan, serta yang paling penting adalah dapat menentukan kebutuhan gizi dan energi, selain itu memperoleh arahan awal terkait target berat badan yang realistis dan aman.

Kegiatan Pengabmas ini menjadi bagian dari upaya Poltekkes Kemenkes Aceh dalam mendukung pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui edukasi, konseling individual, pemantauan status gizi, serta pemanfaatan teknologi kesehatan digital berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Cot Mesjid diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan seimbang, meningkatkan aktivitas fisik, serta melakukan pemantauan kesehatan secara berkala. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model edukasi gizi berbasis aplikasi yang dapat dikembangkan di wilayah lain.