BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta mempersiapkan pelaksanaan survei akreditasi rumah sakit yang dijadwalkan pada Oktober 2026, RS Harapan Bunda Banda Aceh menyelenggarakan **Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit dari tanggal 6 s/d 8 Juli 2026 bersama **Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI) dengan mengusung tema “Menyosong Rumah Sakit Berbasis Kompetensi.”
Kegiatan ini menghadirkan dua pembimbing berpengalaman di bidang akreditasi rumah sakit, yaitu dr. Galih Endradita, Sp.FM., FISQua., FCHMC dan R. Arief Santoso, S.Kep., FISQua., FCHMC. Bimbingan teknis diikuti oleh seluruh unit kerja dan unit pelayanan RS Harapan Bunda Banda Aceh, termasuk Komite Akreditasi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya mutu dan keselamatan pasien di seluruh lini pelayanan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pendampingan mengenai implementasi Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES) terbaru, penyelarasan regulasi, penguatan tata kelola rumah sakit, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta strategi pemenuhan elemen penilaian yang menjadi fokus dalam survei akreditasi.
Direksi RS Harapan Bunda Banda Aceh menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini memiliki peran penting dalam memastikan kesiapan rumah sakit menghadapi survei akreditasi yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026. Selain menjadi sarana evaluasi terhadap penerapan standar pelayanan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antarunit dalam mewujudkan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Perkembangan regulasi dan standar akreditasi yang terus mengalami pembaruan menuntut setiap rumah sakit untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, pendampingan dari LARSI menjadi langkah strategis agar seluruh unsur rumah sakit memiliki pemahaman yang sama terhadap standar terbaru dan mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari.
Melalui tema “Menyosong Rumah Sakit Berbasis Kompetensi,” RS Harapan Bunda Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi seluruh tenaga kesehatan dan tenaga pendukung sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, berorientasi pada keselamatan pasien, serta memenuhi standar akreditasi nasional.

RS Harapan Bunda Banda Aceh optimistis bahwa melalui persiapan yang matang, kolaborasi seluruh unit kerja, serta pendampingan dari LARSI, pelaksanaan survei akreditasi pada Oktober 2026 dapat berjalan dengan baik dan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian, tetapi merupakan proses berkelanjutan dalam membangun budaya mutu, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berfokus pada keselamatan pasien.”(ril)
