Agar perdamaian Abadi, Bunda Salma minta Pemerintah Pusat Komitmen terhadap semua butir MoU Helsinki

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Bagi saya, 21 tahun perdamaian Aceh adalah anugerah sekaligus amanah. Perdamaian telah memberi ruang bagi masyarakat untuk hidup lebih tenang, membangun, dan menatap masa depan.

Karena itu, perdamaian harus menjadi milik seluruh rakyat Aceh. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Mari kita rawat persatuan, perkuat silaturahmi, dan isi perdamaian dengan pembangunan serta kesejahteraan.

Perdamaian yang abadi membutuhkan keadilan, rasa saling percaya, dan komitmen semua pihak. Karena itu, mari kita selesaikan setiap persoalan melalui dialog, musyawarah, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepada perempuan Aceh, teruslah mengambil peran aktif dalam pembangunan, pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial. Kepada generasi muda, jadikan perdamaian sebagai kesempatan untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan Aceh.

Namun, untuk memastikan perdamaian Aceh benar-benar abadi, Pemerintah Pusat harus konsisten menjaga komitmen terhadap semangat dan seluruh butir MoU Helsinki. Implementasi tidak boleh setengah hati, apalagi hanya menjadi wacana seremonial setiap tahun. Hal-hal yang masih menjadi bagian dari komitmen perdamaian harus diselesaikan secara sungguh-sungguh, adil, dan bermartabat. Konsistensi inilah yang akan menjaga kepercayaan rakyat Aceh dan memastikan perdamaian bukan sekadar kesepakatan di atas kertas, tetapi menjadi kenyataan yang dirasakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.