BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Sabu dan Pil Ektasi masuk ke Aceh melalui tiga jalur baik darat, laut dan udara. Semua jalur kini terus ditingkatkan pengawasannya sehingga pencegahan dapat dilakukan.
Sebagaimana diketahui Aceh punya kawasan garis pantai yang panjang membuat narkoba tetap menjadi ancaman bagi masyarakat Aceh.
Demikian disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan yang dibacakan Wakapolda Brigjen Ari Wahyu Widodo, S.I.K. dalam acara pemusnahan barang bukti narkotika kurun waktu Juli – Agustus 2026, Selasa, (8/9) September 2026
Untuk pencegahan narkoba ini, kata Kapolda kita harus bersama sama mengawasi, dengan demikian kita dapat menyelamatkan anak bangsa dari penggunaan barang haram itu khususnya di Aceh.
Dalam pemusnahan itu diantaranya, Sabu seberat (569,65 gram netto, Pil Ekstasi (MDMA) sebanyak (49,627 butir), Vape Getar Etomidate sebanyak (2.538 Pcs) dan Liquid Etomidate sebanyak (3,972 Ml)
Sementara Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo dalam amanatnya yang disampaikan DanPomdam IM Kolonel CPM Imran Ilyas, S.H., M.H mengatakan perlu sinergitas sesama kita memberantas narkoba.
Bagi TNI sudah jelas tidak ada tempat bagi anggota yang terlibat narkoba dan sanksinya hingga pemecatan. Semoga tekad dan kerjasama TNI dan instansi lainnya semakin lebih baik lagi, demikian Pangdam IM. (imj)
