RS Harapan Bunda Banda Aceh Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien melalui Pelatihan EWS, BHD, Code Blue, dan BHL

BERITA RAKYAT ACEH I Banda Aceh – RS Harapan Bunda Banda Aceh (RSHB) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien melalui penguatan kompetensi tenaga kesehatan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, RSHB melaksanakan Pelatihan Early Warning System (EWS), Bantuan Hidup Dasar (BHD), Code Blue, dan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) bagi tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 September 2026, tersebut diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai unit kerja di RSHB. Pelatihan menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing, yakni dr. Ivan Ramayan Richard, Sp.PD., KKV., dr. Aga Aslam, Sp.OG., dr. Cut Silvi Oktarina Harnold, Sp.A., dan dr. Edrin, Sp.KKL.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini terhadap perburukan kondisi pasien, memberikan pertolongan pertama secara tepat dan cepat, serta melakukan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan secara terkoordinasi sesuai kompetensi dan kewenangan masing-masing.

Materi yang diberikan mencakup empat aspek utama. Early Warning System (EWS) difokuskan pada peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi secara dini perubahan kondisi klinis pasien.

Sementara itu, Bantuan Hidup Dasar (BHD) membekali peserta dengan keterampilan memberikan pertolongan awal pada kondisi henti napas dan/atau henti jantung. Materi Code Blue ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan serta koordinasi tim dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan yang mengancam nyawa.

Adapun Bantuan Hidup Lanjut (BHL) diberikan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan secara lebih komprehensif, sesuai kompetensi dan kewenangan masing-masing.

Pelaksanaan pelatihan di unit kerja masing-masing diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh tenaga kesehatan dalam mengenali tanda-tanda perburukan kondisi pasien. Dengan demikian, setiap kondisi kegawatdaruratan dapat direspons secara cepat, tepat, terukur, dan terkoordinasi.

Melalui kegiatan tersebut, RS Harapan Bunda Banda Aceh menegaskan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam setiap proses pelayanan kesehatan.

Deteksi Dini, Respons Cepat, Tindakan Tepat — Bersama Kita Wujudkan Pelayanan yang Aman dan Bermutu.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan RSHB dalam membangun budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat sistem respons kegawatdaruratan, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Dengan penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, RSHB berharap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.(ril)

RS Harapan Bunda Banda Aceh
“Kepuasan Anda Kebanggaan Kami.”