Dari Ayam Kampung Rebus hingga Sushi, Goorieh Hadirkan Wajah Baru Warteg di Banda Aceh

 

Goorieh Resmi Dibuka untuk Umum, Hadirkan Konsep Warteg Modern dengan Menu Rumahan, Sehat, Sushi hingga Kuliner Steam dan Rebus

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Kedai Goorieh resmi membuka pintunya untuk masyarakat umum melalui soft launching pada 1 September 2026. Berlokasi di Jalan Gabus No. 47, Lampriet, Banda Aceh, Goorieh hadir membawa konsep kuliner yang memadukan makanan rumahan khas Nusantara dengan pilihan snack, sushi, mie ayam, serta menu steam dan rebus.

Sebelumnya, Goorieh telah melakukan open trial sejak 17 Agustus 2026 sebagai tahap pengenalan sekaligus evaluasi sebelum resmi dibuka untuk masyarakat luas.

Kehadiran Goorieh menjadi salah satu upaya menghadirkan pilihan kuliner yang mengikuti perkembangan selera masyarakat Kota Banda Aceh, khususnya konsumen yang mulai memperhatikan pola makan dan gaya hidup yang lebih seimbang.

Menggabungkan Warteg, Snack dan Sushi, Goorieh mengusung konsep yang cukup berbeda dari warteg pada umumnya. Selain menyajikan aneka masakan rumahan, Goorieh menyediakan berbagai pilihan snack dan makanan Jepang, khususnya sushi.

Untuk menu sushi, Goorieh berkolaborasi dengan Sushinara, yang telah menekuni bisnis kuliner Jepang selama kurang lebih dua tahun. Kolaborasi ini diharapkan memberikan pilihan kuliner yang lebih beragam bagi masyarakat Banda Aceh tanpa harus berpindah tempat untuk menikmati makanan rumahan dan makanan Jepang.

“Goorieh kami hadirkan bukan sekadar sebagai warteg, tetapi sebagai tempat makan yang mengikuti perkembangan kebutuhan dan selera masyarakat. Kami ingin makanan rumahan, sushi, mie ayam, sampai menu steam dan rebus bisa dinikmati dalam satu tempat,” demikian konsep yang diusung Goorieh.

Menu Steam dan Rebus Jadi Salah Satu Andalan

Salah satu keunikan Goorieh adalah pilihan menu steam dan rebus yang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi makanan yang terlalu banyak menggunakan minyak.

Di antara menu andalannya adalah Steam Jahe Ikan dan Ayam, serta Ayam Rebus ala Chinese – Pek Cham Kee, menggunakan ayam kampung muda.

Menu tersebut ditujukan terutama bagi konsumen yang mulai mengurangi makanan yang digoreng dan ingin memiliki lebih banyak pilihan makanan dengan teknik pengolahan kukus maupun rebus.

Konsep ini juga diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat yang menjalankan healthy lifestyle, termasuk mereka yang aktif berolahraga dan memiliki perhatian terhadap asupan makanan.

“Banyak orang sekarang mulai memperhatikan apa yang mereka makan. Kami melihat peluang itu. Ayam kampung yang direbus atau dikukus bisa menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin mengurangi makanan berminyak, tanpa harus kehilangan cita rasa,” ujar pihak Goorieh.

Namun, Goorieh tidak sepenuhnya meninggalkan menu gorengan. Bagi pecinta kuliner tradisional, tersedia pula Ayam Kampung Goreng Basah, yang tetap mempertahankan karakter rasa gurih dan rempah khas masakan Nusantara.

Mie Ayam dengan Cita Rasa Jepang

Tidak berhenti pada menu warteg dan ayam kampung, Goorieh juga menghadirkan Mie Ayam Keriting dan Mie Ayam Halus dengan sentuhan cita rasa Jepang.

Salah satu perhatian utama pada menu ini adalah kuahnya yang dibuat melalui proses pemasakan selama kurang lebih 8 jam, sehingga menghasilkan kuah dengan rasa yang lebih kaya dan karakter yang menjadi ciri khas Goorieh.

Kehadiran mie ayam ini melengkapi pilihan menu bagi konsumen yang mencari makanan praktis namun tetap memiliki cita rasa yang berbeda.

Menjawab Perkembangan Kuliner Banda Aceh

Goorieh melihat perkembangan kuliner di Banda Aceh semakin dinamis. Masyarakat tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga mulai mempertimbangkan variasi menu, kualitas bahan, cara pengolahan dan kesesuaian dengan gaya hidup.

Karena itu, Goorieh mencoba mengambil posisi di antara warteg, kuliner Nusantara, snack, mie ayam, makanan Jepang serta menu steam dan rebus.

Dengan konsep tersebut, Goorieh berharap dapat menjadi salah satu pilihan kuliner baru bagi masyarakat Lampriet dan Kota Banda Aceh secara umum.