BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh โ KONI Aceh saat ini sedang melakukan Pelatda terpusat yang akan berlangsung selama empat bulan ke depan, sebagai persiapan intensive menuju PON Beladiri ke-2 di Manado, Sulawesi Utara. โKita punya target untuk memperbaiki perolehan medali di PON Beladiri Manado, atau lebih baik dari PON Beladiri ke-1 di Kudus tahun lalu,โ kata Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein yang didampingi Ketua Pelatda KONI Aceh, Bachtiar Hasan, Selasa (18/08/2026) tadi siang.
Menurut Kennedi, bila pada PON Beladiri ke-1 di Kudus, Jateng, jumlah cabor yang dipertandingkan mencapai sepuluh cabor, maka di Manado, jumlah cabor yang dipertandingkan hanya tujuh cabor. Masing=masing, Anggar, Hapkido, Kurash, Kick Boxing, Tinju, Muaythai dan Mix Martial Art (MMA). Saat tampil di Kudus, kontingen Aceh berhasil meraih 1 medali emas 3 perak dan 9 medali perunggu.
Namun untuk PON Beladiri Manado, ujar Kennedi yang dibenarkan oleh Bachtiar, merasa optimis jika Aceh kali ini akan mrelampaui prestasi di PON Beladiri Kudus. Bahkan Kennedi menyebutkan, pihak KONI Aceh, menargetkan medali emas di setiap cabor yang dikkuti. Akan tetapi diakui ada cabor prioritas, seperti anggar dan muaythai, seperti diakui oleh Syarwan, pelatih muathay yang kini menjadi pelatih MMA,.
Seperti diketahui, pada PON ke-21 Aceh-Sumut tahun 2024 lalu, Aceh tampil perkasa di Cabor Anggar dengan menyabet 4 medali emas dan muaythai meraih 3 medali emas. โBerdasarkan perolehan itu, serta latihan keras yang kini dijalani para atlet melalui pemusatan latihan (TC Sentral}, kita optimis peningkatan perolehan medali ema situ akan terwujud, bahkan meningkat 100 persen dari perolehan medali di Kudus.,โ kata Bachtiar Hasan yang juga Ketua Pelatda sekaligus Wakil Ketua 2 KONI Aceh.
Saat ini, Aceh sedang menggodok Pelatda terpusat menuju PON Beladiri Manado yang dijadwalkan berlangsung 20 Oktober 2026. Pelatda terpusat itu telah dimulai sejak 19 Juni 2026 dan berlangsung selama empat bulan atau hingga 19 Oktober 2026. Aceh mempersiapkan 43 orang atlet plus 15 orang pelatih, hingga total jumlah adalah 58 orang. Para atlet dan pelatih itu diinapkan di sebuah pen ginapan di Kota Banda Aceh selama menjalani Pelatda.
Sebelum menuju PON Beladiri Manado, para atlet yang dipersiapan oleh KONI Aceh itu akan diberikan kesempatan untuk melakukan rangkaian uji coba dalam bentuk tur antardaerah maupun turnamen local, sebagai upaya memberikan jam terbang serta pengalaman latih tanding. Agar lebih siap dalam menyongsong event PON Beladiri Manado.
Bahkan pekan lalu, para atlet yang ikut Pelatda dengan biaya dari KONI Aceh itu, telah melakukan rangkaian test fisik, untuk menguji tingkat daya tahan atau endurance serta keahlian atau kompetensi (skill). Dengan data itu akan diketahui tingkat kemampuan dan pemahaman atket terhadap materi latihan.
Pada bagian lain, Kennedi menambahkan, PON beladiri Manado juga menjadi bagian dari ajang mengasah kemampuan para atlet cabor beladiri sebelum menuju Pra PON, Porwil dan goal terakhir menuju PON 2028 NTB/NTT. โKita ingin memberikan jam terbang kepada para atlet sebelum menuju ajang multivent hingga PON 2028.โ
