Aceh Utara Resmi Masuk Kontestasi Kandidat Tuan Rumah PORA XVI

BERITA RAKYAT ACEH | BANDA ACEH – Kabupaten Aceh Utara secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) tuan rumah PORA XVI yang dijadwalkan berlangsung tahun 2030 mendatang. Aceh Utara menjadi daerah pertama yang mendaftarkan diri, sejak tahapan pendaftaran itu dibuka sejak tanggal 10 Agustus 2026 lalu.
Berkas kelengkapan administrasi Aceh Utara itu diantarkan oleh tim yang dipimpin Sekda Aceh Utara Dayan Albar SSos MAP, Ketua KONI Aceh Utara Maklan, Ketua Harian KONI Aceh Utara Alma Fuadi dan Kadispora Aceh Utara Zulkifli SAG MPd. Diterima oleh Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Aceh, Muslim HS. Tim pendaftar dari Acerh Utara itu ikut diterima Ketua Harian KONI Acreh Kennedi Husen, Para Waketum KONI Aceh (Rayuan Sukma, Bachtiar Hasan, Mansur) dan parfa Kabid KONI Aceh.
Dayan Albar dalam paparan singkatnya menyatakan, usulan itu adalah representasi dukungan penuh dari semua masyarakat dan elemen di Aceh Utara. Selain itu juga didukung dengan fasilitas venue yang ada. Baik milik Pemkab maupun lokasi venue eks komplrk Arun, PIM dan lainnya. “Pak Bupati sangat mendukung dan berkeinginan agar PORA tahun 2030 berlangsung di Aceh Utara. Bahkan selama ini ada event yang beliau biayai dengan dana pribadi, demi menghidupkan olahnraga di Aceh Utara. Intinya, Pemkab Aceh Utara berkomitment penuh agar PORA XVI di Aceh Utara terwujud,” kata Dayan Albar.
Pada sisi lain, Sekda Aceh Utara itu menambahkan, Aceh Utara saat ini sedang mengupayakan berdirinya komplek stadion atau gelanggang olahraga yang representative di Aceh Utara. Nantinya komplrk GOR itu akan dilengkapi dengan banyak venue, untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan multi event di Aceh Utara. “Kami akan menggandeng BUMN, BUMD dan perusahaan swasta besar yang beroperasi di Aceh Utara. Dengan harapan, keberadaan operasional mereka di Aceh Utara juga punya legacy kelak,” kata Dayan yang diiyakan Ketuas KONI Aceh Utara, Maklan.
Sementara itu Ketua TPP KONI Aceh Muslim HS mengatakan, berkas dari Aceh Utara itu akan diverifikasi oleh TPP, baik secara administrative maupun secara factual. Hasil verifikasi itulah yang nantinya memastikan aspakah daerah pengusul layak menjadi Calon tuan rumah. Setelah dittapkan menjadi calon, berkas itu akan dibawa ke forum tertinggi KONI Aceh yaitu Rapat Kerja Tahunan. Dasri situlah akan dipastikan siapa yang menjadi tuan rumah PORA XVI mendatang. “Kami hanya menyeleksi dan memastikan kelengkapan administrative hingga kondisi venue dan factor pendukung di lapangan. Setelah itu ditetapkan calon dan dibawa ke forum Raskerprov KONI Aceh di awal tahun 2027 mendatang,” kata Muslim.
Sementara itu Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya yang diwakili oleh Ketua Harian KONI Aceh, Kenedi Husen SE dalam kesempatan itu meminta agar Aceh Utara segera melakukan persiapan serius, termasuk melakukan koordinasi dengan KONI kabuoatren/kota, untuk mendapatkan kepercayaan dan dukungan sebagai tuann rumah. “Lakukan lobi dengan KONI Kabupaten/kota serta Pengprov karena mereka adalah voters yang ikut menentukan untuk kepastian tuan rumah. Tanpa itu, sulit untuk mewujudkan harapan menjadi tuan rumah, karena kita benar benar menjunjung aspirasi kolektif dan KONI hanya bertugas menyeleksi dan melakukan verifikasi sesuai regulasi yang ada, terutama dari sisi dukungan venue hingga layanan kotingen dan para tamu yang berkunjung,” ujar Kennedi.
Saat ini beberapa daerah telah memasang ancang ancang untuk ikut kontestasi menjadi tuan rumah PORA 2030, yaitu Abdya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Barat hingga Kota Lhokseumawe. Beberapa daerah yang berdekatan berpotensi menjadi tuan rumah bersama. Namun dalam pendaftaran nantinya—sesuai ketentuan yang ada—setiap daerah harus mendaftarkan secara personal. Masa pendaftaran itu sendiri akan berakhir tanggal 10 Nopember 2026.