Aklamasi, Ukra Ketum KONI Abdya 2026-2030 KONI Aceh Tegaskan Forum Sah dan Konstitusional

BERITA RAKYAT ACEH | Blangpidie – Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Aceh Barat Daya resmi menetapkan Zulkarnain SE sebagai Ketua Umum masa bakti 2026–2030 melalui keputusan aklamasi. Zulkarnain menggantikan Romi Sahputra yang kini telah bergeser menjadi pengurus KONI Aceh, setelah bertugas sebagai anggota DPR Aceh dari Partai Demokrat.

Zulkarnain yang akrab disapa Ukra itu, adalah sosok politisi dari Partai PKB dan kini menjabat sebagai Ketua DPD PKB Abdya. Sebelumnya Ukra pernah sebagai politisi Partai Gerindra dan juga melaju ke DPRK Abdya, namun kini pria yang juga pengusaha itu menjadi legislator Abdya dari Partai PKB.

Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri atau Pon Yaya yang diwakili Waketum IV KONI Aceh Aceh, Muslim HS yang ikut mengawasi dan memandu acara itu menyatakan jika musyawarah olahraga tertinggi di tingkat kabupaten ini berlangsung khidmat dan dipastikan sah serta konstitusional oleh KONI Aceh.

Zulkarnain menjadi satu satunya kandidat yang maju mencalonkan diri, dalam forum Musorkablub yang berlangsung di Aula Utama Arena Motel, Blangpidie, Kamis (08/01/2026) itu. Dengan hanya satu calon yang maju dalam floor Musorkablub KONI Abdya, maka pelaksanaan Musiorkablub yang diperkirakan berlangsung sehari penuh itu, akhirnya hanya berlangsung setengah hari, atau menjelang makan siang.

Muslim HS dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa Musorkablub KONI Abdya digelar sesuai AD/ART KONI. Ditambahkan, KONI Aceh berwenang memfasilitasi Musorkablub apabila terjadi kekosongan atau berakhirnya masa kepengurusan, sehingga seluruh proses yang berlangsung dinyatakan legal dan memiliki dasar organisasi yang kuat.

KONI Aceh berharap melalui proses yang demokratis dan menjunjung tinggi sportivitas, ketua umum KONI Abdya yang terpilih mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga, memperbaiki tata kelola organisasi, dan menjaga sinergi bersama KONI Aceh serta pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Hal ini menjadi penting untuk memastikan ekosistem olahraga di Aceh Barat Daya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sesuai AD/ART, Ketua Umum terpilih nantinya akan disahkan melalui SK KONI Aceh, sehingga struktur baru memiliki legitimasi penuh. Ukra diamanahkan untuk segera menyelesaikan sejumlah agenda strategis, termasuk menyiapkan 12 cabang olahraga yang belum melaksanakan Pra-PORA, yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, serta mempersiapkan kontingen Abdya menghadapi PORA XV Aceh Jaya 2026.

KONI Aceh mengajak seluruh insan olahraga dan masyarakat Aceh Barat Daya untuk bersatu mendukung kepengurusan baru demi kejayaan olahraga daerah yang berjuluk “Nanggroe Breuh Sigupai” itu. “Dengan semangat kebersamaan dan dukungan semua pihak, diharapkan olahraga Abdya dapat semakin maju, melahirkan prestasi, dan berkontribusi besar bagi kemajuan olahraga Aceh di masa mendatang,” pungkas Muslim.