BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Mencalonkan diri sebagai kandidat Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, bukan tidak beralasan mengingat tantangan media, terutama wartawan dimasa mendatang akan lebih komplek.
Berangkat dari kepedulian itu, maka merasa terpanggil untuk ikut mewarnai kontestasi Konferensi Provinsi PWI Aceh XIII/2026, yang akan digelar 20 – 22 Nopember 2026.
Ia pun kemarin, Kamis (22/10) datang bersama tim ke sekretariat konferprov kantor PWI Aceh untuk mengembalikan berkas bakal calon DKP dan menyatakan siap maju pada kontestasi nanti.
Tekad yang tidak pernah padam dalam diri saya adalah tentang kehormatan profesi sebagai benteng terkuat kita, memastika Kode Etik Jurnalistik (KEJ) bukan sekadar tulisan, tetapi menjadi pedoman hidup yang dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh setiap anggota.
Menurutnya, penegakan etik jurnalistik harus dilakukan secara transparan, berkeadilan, independen, dan mendidik, namun tidak untuk menghukum.
Sesuai peran dan tugas sebagai DKP PWI Aceh, bukan sekedar janji bahwa saya tidak tinggal diam dan menjadi garda terdepan untuk melindungi para wartawan dari segala bentuk tekanan, ancaman, atau campur tangan yang mengganggu tugas jurnalistik yang berkeadaban.
Sebagai lembaga terhormat dan bermarwah,
PWI harus tetap menjadi organisasi profesi yang harus dihormati dan mandiri, tidak akan membela kepentingan kelompok tertentu ketika menghadapi masaalah yang dihadapi oleh rekan-rekan wartawan.
DKP PWI Aceh hadir sebagai sahabat sekaligus pengingat, membimbing, membuka ruang dialog, dan memfasilitasi peningkatan kapasitas etik rekan-rekan, sehingga kesalahan dapat dicegah sebelum terjadi pelanggaran.
Jurnalisme di Aceh harus jurnalisme yang bertanggung jawab, berkeadilan, dan menjaga kedamaian. Marwah PWI sejalan dengan semangat Syariat Islam untuk kemakmuran rakyat — benar, terpercaya, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Marwah PWI bukan milik satu orang, bukan milik pengurus semata — marwah PWI adalah milik kita semua. Setiap anggota adalah penjaga kehormatan profesi. Mari kita jaga bersama, karena ketika marwah kita terjaga, kepercayaan masyarakat kepada kita juga terjaga.
Yang saya tawarkan jika sahabat dan saudara memilih saya sebagai ketua DKD PWI Aceh adalah ketulusan, keadilan, konsistensi, dan kesiapan mendengar dari setiap jiwa. Saya maju bukan sebagai pecundang, bukan sosok yang tidak konsisten terhadap tanggungjawab dan janji, karena saya bukan politisi tapi adalah jurnalisme sejati.
#Jaga Marwah
#Jurnalisme Demokrasi
#Aceh Bermartabat
Salam Azhari. (*)
