Gerakan Kolektif Jalanan Gelar Penggalangan Dana untuk Korban Bencana di Sumatra

BERITA RAKYAT ACEH I Yogyakarta – Gelombang solidaritas kembali menggema di berbagai penjuru Kota Yogyakarta setelah bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Para korban yang kini kehilangan tempat tinggal, akses pangan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya memicu kepedulian banyak pihak, salah satunya komunitas Gerakan Kolektif Jalanan yang langsung bergerak menginisiasi aksi penggalangan dana terbuka.

Aksi ini resmi dimulai sejak akhir pekan lalu. Puluhan relawan turun ke jalan membawa kotak donasi, poster informasi kebencanaan, serta menggelar pertunjukan musik akustik untuk menarik perhatian masyarakat. Ketika matahari belum tinggi, para relawan sudah tampak menyebar di beberapa titik, mulai dari kawasan Malioboro, Tugu, perkampungan padat penduduk, pusat perbelanjaan, hingga area lampu merah yang ramai kendaraan. Dengan mengenakan atribut sederhana bertuliskan pesan solidaritas, mereka mengetuk kepedulian masyarakat satu per satu.

Koordinator Gerakan Kolektif Jalanan (WASTU), Patra, menyampaikan bahwa aksi ini berangkat dari keprihatinan mendalam atas kondisi para penyintas di Sumatra. Banyak dari mereka masih bertahan di tenda pengungsian dengan kondisi serba terbatas. “Banyak saudara kita di Sumatra yang saat ini bertahan di pengungsian dengan keterbatasan. Melalui gerakan ini, kami berharap bisa mengumpulkan dana dan menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli,” ujar Patra.

Hingga memasuki hari ketiga, jumlah donasi yang terkumpul menunjukkan tren peningkatan. Menurut para relawan, antusiasme masyarakat Yogyakarta cukup tinggi. Sebagian warga bahkan tidak hanya memberikan uang, tetapi juga menawarkan bantuan berupa barang kebutuhan seperti selimut, pakaian layak pakai, susu bayi, hingga makanan instan. Donasi-donasi ini nantinya akan disalurkan dalam bentuk paket logistik, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya. Untuk memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran, Gerakan Kolektif Jalanan menjalin kerja sama dengan beberapa organisasi kemanusiaan lokal di wilayah Sumatra yang sudah lebih dulu berada di lapangan.

Di sisi lain, aksi solidaritas ini juga mendapat banyak apresiasi karena transparansi para relawan. Melalui akun media sosial resmi, mereka secara rutin mengunggah perkembangan donasi, dokumentasi aksi penggalangan, serta laporan penggunaan dana bantuan. Langkah ini dinilai menumbuhkan rasa percaya publik dan mendorong masyarakat untuk terus berpartisipasi.

Respons positif juga terlihat dari interaksi para relawan dengan warga di lapangan. Banyak pengendara yang sengaja memperlambat laju kendaraan untuk menyisihkan sedikit rezeki. Pejalan kaki tak segan berhenti sejenak untuk bertanya mengenai kondisi terkini di Sumatra sebelum memberikan donasi. Bahkan beberapa musisi jalanan yang biasa mengisi ruang publik di Yogyakarta turut menyumbangkan penampilan mereka sebagai bentuk dukungan moral.

Penggalangan dana ini direncanakan berlangsung selama satu minggu sebelum seluruh bantuan dikirimkan langsung ke wilayah terdampak bencana. Pada tahap berikutnya, relawan berencana mengirimkan beberapa perwakilan untuk memantau langsung proses pendistribusian bantuan di lapangan.

Gerakan Kolektif Jalanan kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. “Sekecil apa pun kontribusinya, itu sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang di pengungsian,” tegas Patra.

Dengan semangat kebersamaan yang terus menyala, aksi ini diharapkan dapat menjadi jembatan harapan bagi para korban bencana di Sumatra serta menjadi pengingat bahwa solidaritas adalah kekuatan terbesar yang dimiliki masyarakat.(jar)