Gubernur Aceh sebaiknya menerima langsung info dari GM Tranmisi dan Dirut Nusantara Power di Pendopo Meuligoe

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Gubernur Aceh sebaiknya menerima langsung informasi dari GM Tranmisi dan Dirut Nusantara Power di Pendopo Meuligo

Kedatang ke Aceh dapat merasakan dan melihat kondisi kelistrikan yang sampai saat ini belum normal
Kehadiran beliau bisa terjadi interaksi langsung antara Gubernur dengan PT PLN sehingga problem yg terjadi bisa teratasi secara bersama bila memerlukan keterlibatan Pemda Aceh ujar pengamat masalah listrik Tuwanku Muntazar, Senin (15/12)

Listrik padam karena masih ada jalur tranmisi yang belum kelar. Kalau urusan teknis sebaiknya kita dapat info dari Dirops, sedangkan Dirut PLN kita berharap kebijakan beliau dalam menggerakkan unit lain untuk memasok material sesuai kebutuhan, baik dari permasalan transmissi maupun dari sektor pembangkitan.

Listrik ini sangat teknis bukan urusan sosial sehingga informasi yang tersampaikan pun tidak bersifat normatif. Kemajuan informasi digital menjadi bagian penting bagi Manajemen di PLN dalam menyuarakan informasi oleh para direksi yang tentunya punya tugas masing-masing yang ter update setiap waktu sehingga masyarakat tidak selalu berada dalam ketidak pastian atas tindakan yang sedang dilakukan.

Sangat disayangkan bila dampak matinya listrik tidak bisa dipahami dimana segala sektor kegiatan ekonomi khususnya tidak bisa bergerak sama sekali, bisa dilihat dari mak mak antrian gas sampai penelayan pun tidak bisa membawa pulang ikan jumlah besar karena pabrik es tak bisa operasi

Setiap teguran Allah baik skala besar maupun skala kecil tidak bisa hanya melihat kerugian yang timbul tapi tidak lepas dari teguran keimanan dimana otoritas bumi sesungguh nya pada Allah, sementara kerusakan itu sendiri karena ulah manusia itu sendiri .

Banyak pelajaran bagi Aceh , kita jangan terlalu tergantung dengan pihak lain tingkatkan produktivitas mandiri dalam sektor apapun. Pemberdayaan ekonomi ril tidak lepas dari keterlibatan pemerintah yang kita lihat selama ini lebih menyulitkan dari pada memudahkan dengan berbagai regulasi nya saling tumpah tindih

Sekarang bisa kita lihat hampir semua infrastruktur sepertinya berada pada satu garis, apabila satu jalur macet maka putuslah semua aktivitas, ekonomi macet, rumah makan tutup , toko kelontong krisis pasokan dan usaha UMKM pun pasti terimbas

Pihak pemerintah harus membuat suatu master plan daerah dari berbagai sektor dengan berbasis pada risk managemen karena kita sangat akrab dengan bencana

Bila ini bisa terwujud insyaallah kedepan Aceh akan lebih mandiri dan bisa melepaskan kan diri dari ketergantung secara terus menerus, demikian Tuanku Muntazar. (imj)