BERITA RAKYAT ACEH | Blangpidie – Ketika kondisi mulai membaik, seharusnya harga bahan pokok dan LPG dan BBM tidak melambung di Abdya.
Namun, pasca banjir bandang dan longsor yang sudah dua pekan kondisi harga bahan pokok masih saja tinggi.
Hal itu dikatakan Ketua Kadin Abdya Hasrul Hasan, ia sangat menyayangkan tingkah laku para pedagang nakal yang menaikkan harga barang pokok secara tidak wajar pasca-banjir, katanya, Sabtu (13/12).
Ia menyebutkan di kabupaten tersebut BBM dan Gas dijual dengan harga tinggi, misalnya harga normal Pertalite hanya Rp10. 000 namun dijual eceran dengan harga tidak wajar 20.000/liter bahkan lebih.
Ini hasil pantauan di pasaran harga beras, telur dan minyak maupun LPG dan BBM belum juga normal.
“Ini dianggap sangat tidak etis dan dapat memperburuk kondisi masyarakat yang sedang terdampak bencana,” kata Hasrul, dimana Kadin Abdya turut menyalurkan bantuan ke lokasi korban banjir melalui Bupati setempat
Atas kondisi seperti saat ini, ia mengecam keras tindakan pedagang nakal ini. Harus Hasan juga meminta kepada pihak Kepolisian setempat untuk mengambil tindakan tegas. Terutama para penimbun atau pelansir minyak di SPBU.
“Mereka harusnya peduli dengan masyarakat, bukan malah memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi,” kata Hasrul.
Kadin Abdya juga meminta agar pedagang yang terbukti melakukan penimbunan dan penyesatan harga dapat ditindak tegas. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan pedagang yang melakukan praktik tidak etis ini.
“Laporkan aja, jika ada pedagang nakal. Baik penjual BBM enceran maupun pedagang LPG,” demikian Hasrul. (imj)
