BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Perjalanan ekstrim Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah dan pejabat utama akhirnya tiba di Aceh Tamiang, Minggu (30/11) dalam rangka menyusuri banjir bandang, beberapa waktu lalu.
Perjalanan dimulai dari Banda Aceh – menuju Pidie dan Pidie Jaya. Kemudian Kapolda dengan menyeberang perahu karet menuju Bireuen. Dari kota Juang – Lhokseumawe.
Dari Lhokseumawe – Kapolda terus menyusuri kota Idi, Aceh Timur dan singgah di Langsa. Pada hari itu juga Kapolda dan pejabat utama menuju Aceh Tamiang.
Dari penelusuran Kapolda, dimana sebanyak 18 kabupaten/kota yang terdampak senua ibu kotanya tidak terdampak karena dipingggir saja sehingga kota masih banyak yang jualan dan aktivitas.
Namun untuk kabupaten Aceh Tamiang, kata Kapolda semua terdampak dan lumpuh aktivias sudah 5 hari baik air dan listrik serta internet padam.
Banjir telah 5 hari dan mereka masih terisolir karena kota tidak ada akses masuk dan maupun keluar, ujar Jenderal Bintang Dua itu lagi.
Beberapa poin yang disampaikan Kapolda, bahwa kota mati semua fasilitas. Tidak ada yang jualan di kota karena kota terdampak 100% dan tidak ada cukup pakaian bantuan, tidak cukup ada air minum, dan tidak ada bangunan tenaga manusia.
Kodim kolap kantor dan personil karena tengelam
Polres kolap kabtor dan personil dan seluruh alat angkut tidak berfungsi Karena senua genggelam air 4 meter. Dan personil selamat semua.
Kapolda segera menyiapkan tambahan pasukan recoveri akan kami siapkan dan heli angkut lebih dekat dari medan sehingga droping bantuan bisa di bagi tiga zona di Medan, Lhoksemawe dan Banda Aceh. (imj).
