Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani ‘Pola Hidup Orang Aceh Mulai Berubah’

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Saat ini pola dan gaya hidup masyarakat Aceh kini mulai berubah. Kalau dulu dalam satu gampong saling peduli, namun kini hidup nafsi – nafsi (sendiri sendiri).

Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani mengatakan ia melihat kondisi saat ini dimana pola hidup orang Aceh tak lagi seperti dulu dengan bantu membantu kalau ada kegiatan.

Namun, pola dan gaya hidup ini mulai berubah dikarenakan masuknya perubahan dunia luar yang sedang berkembang ke pelosok desa dan keluarga.

Ia mengatakan Aceh dahulu dikenal sebagai bangsa pejuang. Karena Aceh dikenang dengan pahlawannya, ulama dan generasi yang dibanggakan dari keluarga.

Kenapa hari ini mulai berubah, ada beberapa faktor kecuali masuknya budaya luar, juga lapangan kerja sempit, faktor ekonomi. Inilah yang membuat masyarakat mencari jalan pintas untuk menghidupi keluarganya.

Dulu kita ada ‘reusam’ yang mengatur aturan lokal sehingga kalau dilanggar justru sanksinya hanya diputuskan di gampong termasuk mendukung pelaksanaan gampong bersinar (bersih dari narkoba).

Salah satunya mereka bermain di narkoba baik pengedar, penjual dan pemakai dengan iming iming banyak dapat duit meski resikonya besar, rusak generasi, Tapi itulah kini yang terjadi di Aceh.

Dedy menyebutkan, 40 persen narkoba di Aceh dan dibawa keluar daerah. Kini Aceh masuk dalam peredaran narkoba terbesar di Indonesia.

Dedy menyebutkan peran
wartawan sangat penting dan sekaligus mitra BNN dalam menjaga Aceh juga mampu mengawal kepentingan publik. Beri informasi yang utuh kepada masyarakat. Jangan biarkan narkoba menutupi sejarah besar Aceh, ujar Dedy.

Ia juga mengajak wartawan kalau ada aparat hukum yang terlibat tulis saja, jangan ngak enak sana sini, sampai kapan Aceh bisa berubah, tegas Jenderal Bintang Satu itu lagi.

Saat ini juga dipapsrkan keberhasilan BNNP Aceh selama 2026, berhasil disita 68 kg sabu, 30 ha, ganja, ULTP4GN dan rehabilitasi dengan pembentukan balai rehabilitasi di Jantho.

Sementara, HT Ibrahim anggota komisi III DPR RI mengatakan mari kita berantas narkoba bersama, karena sudah sangat berbahaya bagi generasi muda di Aceh sekarang.

Mari kita lapor, mulai keuchik, kapolsek, dan ramil, tuha peut, sehingga semua saling mengawasi. ‘Ayo mari kita suarakan narkoba dapat merusak anak bangsa,, ” demikian kata Bram, sapaan akrabnya. (imj)