Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh Buka Diskusi Panel Rumah Garam Aceh.

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Gubernur Aceh yang diwakili Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Reza Saputra mengatakan, masih banyak potensi, peluang, tantangan dan legalisasi usaha garam di Aceh belum tergarap dengan baik.

‘Komsumsi dan komunitas cukup strategis di Aceh’, ujar Reza dalam pertemuan di Landmark BSI Banda Aceh, Rabu (22/7).

Ia mengatakan ketika berbicara tentang garam, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang komoditas yang cukup strategis untuk menopang ketahanan pangan, kesehatan, perikanan, hingga berbagai sektor industri di Provinsi Aceh.

Provinsi Aceh memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan sektor Garam . Dengan garis pantai sekitar 1.660 kilometer, wilayah pesisir yang luas, kualitas air laut yang baik, serta pengalaman masyarakat yang telah memproduksi garam secara turun-temurun.

Aceh memiliki peluang untuk menjadi salah satu pusat produksi garam di Indonesia dan Aceh diharapkan akan menjadi Lumbung Penghasil garam yang baik untuk produksi nasional.

Rumah garam pelaksana pengembang Aceh

Ketua Rumah Garam Aceh, T Tansri Jauhari mengatakan, penyusunan peta jalan tersebut merupakan bagian dari hasil diskusi panel yang digelar berbagai pihak, dan disinergikan dengan program Pemerintah Aceh.

Tansri Juga mengatakan bahwa Rumah Garam Aceh merupakan lembaga yang menghimpun petani dan pelaku usaha dalam pengembangan industri garam di Aceh sehingga perlu membuat dan menyusun peta jalan (roadmap) dan berkolaborasi dengan pemerintah Aceh seningga mendapatkan pedoman pengembangan sektor garam di Provinsi Aceh masa depan.

Sementara itu menurut data yang dimiliki Rumah Garam Aceh, Diseluruh Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan kualitas garam dengan kadar natrium klorida (NaCI) hingga mencapai 90-94 persen. Tetapi, kondisi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terkendala, standar produksi, legalitas usaha, sertifikasi, pembiayaan dan pemasaran. (imj)