KONI Aceh Berikan Tali Asih untuk Atlet dan Pelatih Asian Games dari Aceh

BERITA RAKYAT ACEH | Jakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan tali asih berupa uang kontan sebagai tambahan uang saku untuk dua orang atlet penembak binaan KONI Aceh, serta seorang pelatih wushu dari Aceh yang menjadi anggota kontingen Indonesia di Asian Games ke-20 di Nagoya Jepang, yang akan dibuka secara resmi tanggal 19 September 2026.

“Alhamdulillah, kita telah serahkan uang saku tambahan untuk insan olahraga Aceh yang menjadi duta olahraga Indonesia di ajang Asian Games ke-20, sebagai bentuk dukungan moril dari Pemerintah Aceh melalui KONI Aceh,” kata Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri yang lazim disapa Pon Yaya, Rabu (16/09/2026) siang tadi.

Seperti diketahui, dalam Asian Games ke-20 di Nagoya Jepang kali ini, Aceh sukses mencatatkan kontribusi lewat dua atlet petembak mereka, yaitu Derli Amelia Putri dan Sulthanul Aulia Makruf. Keduanya tampil untuk nomor 10 meter air pistol putra dan putri.

Khusus Derli juga tampil di nomor 25 meter air pistol putri. “Rakyat Aceh berharap dan mendoakan kalian untuk meraih yang terbaik di Nagoya Jepang, demi mengharumkan nama negara serta secara khusus, provinsi Aceh di pentas internasional,” kata Pon Yaya.

Acara penyerahan tali asih untuk petembak Derli dan Sulthanul itu ikut disaksikan Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husen, Ketua Harian Pengprov Perbakin Aceh Tarmizi. Acara itu dirangkai dengan jamuan makan siang dari Ketum KONI Aceh, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril untuk kedua petembak Aceh itu.

Baik Derli maupun Sulthanul yang terhitung memiliki jam terbang lumayan di dunia olahraga menembak itu, termasuk juara PON dan Sea Games serta kejuaran Internasional di Taipeh, berjanji akan tampil maksimal di Nagoya, untuk ikut mengharumkan nama Aceh di kancah internasional. “Keduanya juga modal besar kita menatap PON 2028 di NTB/NTT, dengan target paling tidak empat emas, karena mereka bisa tampil pada beberapa nomor di ajang Cabor menembak,” kata Pon Yaya yang diiyakan oleh Tarmizi.

Sebelumnya, Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husen SE, menyerahkan dana tali asih untuk pelatih Timnas Wushu di Asian Games yang juga pelatih wushu dari Aceh, Victor. Mantan atlet wushu Aceh yang telah malang melintang di blantika kejuaraan wushu di Indonesia itu, menjadi salah satu pelatih andal yang membawa 11 atlet wushu Indonesia di Asian Games ke-20 Nagoya Jepang.

Victor yang juga menekuni kelas sanda (tarung) di dunia wushu itu, menilai Indonesia juga punya target emas di Asian Games, khususnya untuk kelas seni. Selain itu untuk kelas sanda akan ada ada peluang di nomor kelas ‘ringan’ putri. “Kita menghadapi hegemoni Cina dan Korea yang begitu kuat di Wushu, namun peluang lebih besar ada di kelas seni,” kata Victor.

Kennedi Husen yang juga Ketua Pengprov Wushu Aceh berharap kepada Victor terus konsisten dalam melatih serta menambah ilmu dan pengalaman sebagai pelatih di ajang Asian Games. “Ke depan kita ingin agar ada atlet wushu dari Aceh yang bisa tampil di Asian Games, konon lagi saat ini Aceh juga akan focus mengahdapi PON 2026 NTB/NTT. “Kita ingin prestasi wushu Aceh terus meningkat di masa mendatang, karena pada PON Aceh-Sumut, skuad wushu Aceh tampil luar biasa dengan langsung menyabet 3 (tiga) medali perak. Keberadaan pelatih dengan jam terbang internasional, menjadi modal tersendiri bagi wushu Aceh menatap event PON NTB/NTT dengan target jelas memperbaiki kualitas perolehan medali,” kata Kennedi.

Pon Yaya dan para petinggi KONI Aceh dan Pengprov Perbakin/wushu, sama berharap agara para atlet dan pelatih yang ikut meramaikan bursa persaingan di Asian Games ke-20 terus dan tetap menjaga kesehatan serta menu makanan selama Asian Games ke-20 berlangsung. “Sebagai anak anak Aceh, jangan lupa untuk tetap berdoa dan melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah,” pungkas Pon Yaya seraya berjanji akan memberikan uang terimakasih dari Pemerintah Aceh, seandainya para atlet dan pelatih itu sukses dalam kiprahnya di Asian Games. .

Rombongan atlet menuju Asian Games itu tidak berangkat serentak, mulai dari, Rabu hari ini, hingga Minggu (20/09/2026) mendatang, seperti rombongan atlet menembak yang berangkat tanggal 20 Septemnber atau sehari setelah Asian Games Nagoya di buka secara resmi.