Opini : Denny Noviandi
BERITA RAKYAT ACEH I Bagi warga Kota Banda Aceh, kerinduan pada aroma sajadah Masjid Nabawi atau syahdunya gema takbir di Masjidil Haram tak perlu lagi menunggu antrean haji yang panjang. Di persimpangan Lamprit, berdiri megah Masjid Oman Al-Makmur, sebuah rumah ibadah yang bukan sekadar bangunan beton, melainkan jembatan spiritual yang menghadirkan atmosfer Hijaz ke tengah kita.
Mengimpor Kekhusyukan dari Timur Tengah
Yang membuat Ramadan di Masjid Oman begitu “berbeda” dan selalu penuh sesak adalah komitmennya dalam menjaga kualitas ibadah. Tahun ini, nuansa Timur Tengah terasa begitu kental bukan hanya dari arsitekturnya yang megah, tapi melalui suara-suara langit yang dihadirkan langsung ke mihrabnya.
- Lantunan Imam Internasional: Kehadiran para syekh dan imam dari Mesir dan Yordania memberikan warna baru dalam tilawah Al-Qur’an.
- Kekuatan Karakter Suara: Ada perpaduan antara teknik tajwid Mesir yang legendaris dengan langgam tartil khas Timur Tengah yang berat namun menyejukkan. Mendengar mereka memimpin Tarawih seakan membawa memori kita terbang ke lorong-lorong Madinah.
Maraton Ibadah: Dari Tarawih hingga Qiyamulail
Masjid Oman berhasil menciptakan ekosistem ibadah 24 jam yang hidup. Ritual malam di sini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjalanan:
- Shalat Tarawih & Witir: Saf yang meluber hingga ke halaman menjadi bukti betapa magnet suara imam internasional mampu membius jamaah untuk berdiri lebih lama tanpa rasa lelah.
- Jeda Menuju Sepertiga Malam: Suasana masjid tidak pernah benar-benar sepi. Di sudut-sudut pilar, jamaah terlihat khusyuk bertadarus menanti puncak ibadah.
- Qiyamulail yang Menghujam: Inilah puncaknya. Ketika malam mencapai titik paling sunyi, lantunan ayat-ayat panjang dalam shalat malam membawa suasana syahdu yang magis. Tak jarang, isak tangis jamaah pecah saat doa qunut yang panjang dikumandangkan, persis seperti suasana iktikaf di Masjidil Haram.

Mengapa Ini Penting
Kehadiran imam-imam dari Timur Tengah ini bukan sekadar untuk gaya-gayaan. Ini adalah bentuk edukasi literasi Al-Qur’an. Warga Aceh diajak untuk mendengar standar bacaan kelas dunia, sembari memperdalam kecintaan pada syiar Islam yang melampaui batas geografis.
Masjid Oman Al-Makmur telah berhasil membuktikan bahwa untuk merasakan “vibes” Mekkah dan Madinah, yang dibutuhkan bukan hanya fisik bangunan, tapi ruh ibadah yang dijaga dengan kualitas imam yang mumpuni.
