Hilangkan Premanisme, Begal dan Angkutan Ilegal.
BERITA RAKYAT ACEH l Banda Aceh – Peran Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Aceh menjadi salah satu prioritas bagi Pemerintah dalam meningkatkan ekonomi di provinsi ujung sumatera.
‘Organda harus sejalan dengan visi misi gubernur Aceh saat ini’, ujar Asisten II Pemprov Aceh Zulkifli pada pembukaan
Musda XI tahun 2025 periode 2025 – 2030 di Banda Aceh, Senin 5 April 2025.
Zulkifli menambahkan organda harus bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan lancarnya transportasi terutama angkutan darat.
Saat ini yang perlu dilakukan organda Aceh dengan menjadikan lebih profesional dan efisien dalam memudahkan arus barang dan jasa untuk mendukung koneksifitas antar provinsi.
Pelayanan kualitas dan keamanan menjadi prioritas sebagsi pengguns jasa yang tertib dan transparan’ ungkapnya.
Sementara itu, Ketua
DPP Organda Pusat, diwakili Wakil Ketua I, Maurid Siburian mengatakan permasalahan angkutan umum kini terus dibenahi dengan berkolaborasi semua pihak.
Kita terus mensuppor agar organda di daerah semakin solid bersama mitra kerja baik kepolisian dan jasa raharja serta dinas perhubungan.
Ketua Organda Aceh H Ramli SE mengatakan organda Aceh terus bermitra dengan pemerintah Aceh dalam pembangunan transportasi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Di Aceh sekarang ada 15 ribu pekerja dengan 4000 unit transportasi dan mereka berkomitmen agar berjalan lancar. Meski diakui kondisi daerah yang tidak baik baik saja.
“Kalau ini tidak jalan maka apa yang mau diangkut sementara tuntutan hanya transportasi sebagai urat nadi harus maju dan bangkit”, tegasnya lagi.
Ramli mengajak seluruh stake holder untuk bangkit bersama kolaborasi dan bersinerji sehingga Aceh bangkit’, pintanya.
Pada kesempatan itu Pembina Organda Dirlantas Polda Aceh Kombes Iqbal Al Quddusi atas nama Kapolda turut juga menyampaikan sambutan singkat dimana ia mengatakan laka lantas selama satu tahun terjadi 240 kecelakaan dengan korban meninggal 40 orang.
Ketua Panitia Marzuki Ibrahim melaporkan organisasi angkutan Aceh ini diikuti 23 kabupaten/kota dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan peninjau juga panitia pelaksana sehingga terlaksana dengan lancar.
‘Mudah Mudahan dalam Musda ini dapat menjadi masukan bagaimana menertibkan angkutan ilegal
premanisme, begal dan sebagainya agar transportasi aman’, harapnya.
Musda Organda XI mengusung tema Meningkatkan profesionalitas angkutan untuk mendukung pembangunan transportasi di Aceh. (imj)