Pariwisata Sabang Diproyeksikan Jadi Motor Kenaikan PAD 2026

BERITA RAKYAT ACEH I Sabang – Dinas Pariwisata Kota Sabang optimistis sektor pariwisata akan menjadi salah satu penopang utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Meningkatnya kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir dinilai memberi dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan tren positif tersebut menjadi indikator kuat bahwa pariwisata masih menjadi sektor andalan daerah, Kamis (15/1/2026). Lonjakan arus wisatawan tidak hanya tercermin dari angka kunjungan, tetapi juga dari geliat aktivitas usaha di berbagai destinasi.

Menurutnya, kenaikan jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap tingkat hunian penginapan di kawasan Teupin Layeu, Gapang, dan Pulau Rubiah. Hotel, homestay, hingga penginapan kecil mengalami peningkatan okupansi, terutama saat akhir pekan dan musim libur.
Tak hanya sektor perhotelan, pelaku usaha kecil turut merasakan manfaatnya. Warung makan, pedagang cendera mata, serta penyedia jasa wisata bahari ikut menikmati peningkatan pendapatan seiring ramainya kunjungan wisatawan.

Harry juga menyoroti pertumbuhan sektor kuliner dan transportasi laut yang menunjukkan perkembangan signifikan. Penyewaan perahu penyeberangan, perlengkapan snorkeling, hingga jasa diving mengalami lonjakan transaksi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini dinilai berkontribusi langsung terhadap potensi PAD Kota Sabang. Pemasukan daerah diproyeksikan meningkat melalui retribusi objek wisata, pajak hotel dan restoran, serta jasa kepelabuhanan yang terus bertumbuh.

Ia menambahkan, pengelolaan destinasi yang lebih tertib dan profesional menjadi kunci untuk memaksimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap kas daerah. Upaya penataan kawasan dan peningkatan infrastruktur juga terus dilakukan guna menunjang kenyamanan pengunjung.

Selain meningkatkan pendapatan daerah, sektor ini turut menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Banyak tenaga kerja lokal terserap, mulai dari pemandu wisata, operator selam, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan usaha pada aktivitas wisata.

“Pariwisata saat ini masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Karena itu, kami di Dinas Pariwisata akan terus hadir dan turun langsung membantu pelaku usaha di lapangan,” ujar Harry.(*)