Pemanfaatan Tekhnologi Digital Tanpa Menghilangkan Sentuhan Rasa

BERITA RAKYAT ACEH | Padang Panjang,- Komunitas Seni Kuflet menggelar diskusi rutin bertema “Seni di Era Digital” Sabtu (21/2/2026) pukul 13.00 WIB di Sekretariat Komunitas Kuflet. Diskusi ini di awal Ramadan ini menghadirkan Muhammad Subhan, S.Sos.I., sebagai narasumber dan dimoderatori Adriyan. Ujar Sekretaris Komunitas Seni Kuflet Teuku Varuq.

Narasumber Muhammad Sumbhan, S.Sos.I mengatakan, Pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan kreatif, tanpa menghilangkan sentuhan rasa. Kita semua tahu, dunia digital merupakan sebuah keniscayaan yang tak dapat kita abaikan saat ini. Sebagai seorang seniman dan kreator, idealnya kita memanfaatkan alat-alat digital untuk mendukung kerja-kerja kreatif. Papar Founder Sekolah Menulis elipsis itu.

Peserta Diskusi Rezi Ilfi Rahmi, M.Sn. Turut menanggapi pembahasan tersebut, Dalam dunia seni rupa, alat-alat digital memiliki manfaat yang luar biasa, terutama di bidang desain dan ilustrasi. Hal tersebut dapat dirasakan dalam proses berkarya. Saat ini, gambar, lukisan, dan desain telah berhadapan langsung dengan kecerdasan buatan (AI). Namun demikian, teknologi AI dinilai tidak akan mampu menyamai karya yang bersumber dari hati manusia. Ujar Perupa kuflet yang juga akademisi itu.

Muhammad Subhan menambahkan, keberadaan AI dalam dunia seni seharusnya mendorong seniman untuk menjadi lebih kreatif. Namun, ada satu poin yang tidak dimiliki AI, yaitu rasa dan proses kreatif. Semua yang dihasilkan AI sangat bergantung pada prompt atau perintah. Jelas Novelis yang juga Pembina di Kuflet.

Muhammad Subhan menekankan, AI dapat dimanfaatkan untuk membangun ide, tetapi tidak boleh menggantikan sentuhan kreatif manusia. Kita seharusnya menggunakan AI untuk membangun ide. Bukan berarti kita tidak boleh memakai AI, namun harus tetap diimbangi dengan sentuhan kreatif dan rasa. Tuturnya.

Salah seorang peserta Ichsan Saputra, M.Sn., mengatakan, Sungguh hebat karya buatan manusia, yaitu AI. Tetapi janganlah sampai kita diperalat oleh alat yang diciptakan manusia itu. Tuturnya.

Muhammad Subhan menutup materi petang itu menyatakan, Penggunaan media digital memiliki kelebihan dan kekurangan. Buku fisik, misalnya, memungkinkan pembaca menyentuh wujud nyata dan memberi jeda dari penggunaan gawai, tetapi memiliki keterbatasan dalam penyebaran. Sebaliknya, buku digital atau e-book lebih mudah disebarluaskan dan dikenal oleh banyak orang. Jadi, jika ingin sebuah karya berkembang, maka kembangkanlah dengan keduanya. Pemanfaatan media sosial yang kini dapat menghasilkan keuntungan ekonomi. Kita bisa menggunakan medsos seperti Facebook Pro atau Instagram. Prosesnya relatif mudah dan dapat mendatangkan keuntungan. Tuturnya (*/Noveliza)