BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Anggota Komisi IV DPRA Khalid, meminta Pemerintah untuk memastikan bahwa korban bencana memiliki kondisi yang layak dan nyaman khususnya dalam menyambut bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi.
“Memastikan agar warga korban banjir dan longsor di sejumlah daerah di Aceh, tersedia fasilitas pengungsi yang memadai, akses ke makanan dan air bersih, serta layanan kesehatan yang sesuai standar, ” katanya di Banda Aceh, Jumat.
Kemudian, politisi muda Partai Golkar itu menyatakan pemerintah harus memastikan bahwa korban bencana membutuhkan dukungan beragam untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk.
Selain kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan tempat tinggal yang layak, perlengkapan ibadah seperti sarung, mukena, serta fasilitas untuk shalat berjamaah dan berbuka puasa juga menjadi prioritas dari pemerintah.
“Saya mengingatkan pemerintah sebagai mitra kerja DPRA, agar korban bencana alam terutama mereka yang masih dipengungsian (huntara) tidak menambah pilu, namun sebaliknya merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah puasa hingga menyambut Idul Fitri, ” ujarnya menambahkan.
Disisi lain, Khalid mengapresiasi kerja keras Pemerintah baik Aceh maupun Pusat serta keterlibatan lembaga sosial lainnya dalam memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya di daerah-daerah terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Selain itu, Khalid menyampaikan Pemerintah perlu juga memastikan ketersediaan tempat ibadah (masjid dan meunasah) yang layak, baik di tempat penampungan maupun di daerah yang mulai pulih.
Khusus menyambut puasa Ramadhan, ia menyatakan stabilisasi harga kebutuhan pokok juga harus menjadi perhatian agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan barang yang dibutuhkan.
“Menyambut Ramadhan, di Aceh ada tradisi ‘meugang’ dan saat itu harga daging sapi biasanya melonjak tajam. Untuk mengantisipasi itu maka Pemerintah Aceh perlu strategi khusus sehingga tidak sampai memberatkan masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah, ” ujar politisi Daerah Pemilihan Pidie dan Pidie Jaya.
