BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menunjukkan gerak cepat dalam upaya memulihkan sektor pendidikan pascabanjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, memimpin langsung rapat persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi gedung sekolah serta pengadaan mobiler yang terdampak bencana, Jumat, 9 Januari 2026.
Rapat yang berlangsung di lingkungan Disdik Aceh tersebut turut dihadiri oleh pejabat Eselon III dan jajaran teknis terkait. Fokus utama pembahasan adalah percepatan langkah pemulihan sarana dan prasarana pendidikan agar Proses Belajar Mengajar (PBM) dapat kembali berjalan normal dan aman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Murthalamuddin menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor prioritas yang tidak boleh terhenti terlalu lama akibat bencana. Menurutnya, banjir hidrometeorologi yang terjadi telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung sekolah, ruang kelas, serta fasilitas pendukung seperti meja, kursi, lemari, dan peralatan belajar lainnya.
“Anak-anak Aceh harus segera kembali belajar dengan nyaman dan aman. Karena itu, rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah menjadi perhatian serius pemerintah. Kita ingin memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam proses pembelajaran akibat dampak bencana,” ujar Murthalamuddin.
Ia menjelaskan, Disdik Aceh saat ini tengah melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan secara detail di seluruh wilayah terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas penanganan, baik untuk perbaikan ringan, sedang, maupun berat, termasuk kebutuhan pengadaan mobiler baru.
Selain perbaikan fisik, Disdik Aceh juga mendorong satuan pendidikan untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar kegiatan belajar dapat tetap berlangsung, seperti pengaturan ulang jadwal belajar, pemanfaatan ruang alternatif, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Murthalamuddin juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung upaya pemulihan pendidikan Aceh. Menurutnya, kolaborasi dan kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan agar pendidikan Aceh dapat bangkit lebih cepat dan lebih kuat.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan kebersamaan, insya Allah pendidikan Aceh akan segera pulih dan terus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tambahnya.
Upaya cepat Disdik Aceh ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Aceh dalam mewujudkan pendidikan yang maju, islami, dan berkelanjutan. Diharapkan, melalui langkah-langkah strategis tersebut, semangat belajar siswa tetap terjaga dan cita-cita menjadikan Pendidikan Aceh bangkit dan hebat dapat terwujud.(**)
