PII Yakin Wali Kota Banda Aceh Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Banda Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dalam memperkuat pelaksanaan dan penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Ketua Umum PII Kota Banda Aceh, Maulidil Fikri, menilai bahwa berbagai langkah yang diambil Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menjaga marwah Syariat Islam menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempertahankan identitas Banda Aceh sebagai Kota Madani yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

*”Kami melihat adanya komitmen yang kuat dari Ibu Wali Kota untuk menjaga pelaksanaan Syariat Islam di Banda Aceh. Komitmen tersebut menjadi harapan bagi masyarakat agar nilai-nilai Islam tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah,”* ujar Maulidil Fikri.

Menurutnya, berbagai persoalan yang belakangan menjadi perhatian publik harus disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan proses hukum dan ketentuan yang berlaku.

*”PII Kota Banda Aceh meyakini bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh memiliki komitmen yang jelas dalam menegakkan Syariat Islam secara adil dan berkeadilan. Kami percaya bahwa dalam penegakan hukum tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun, karena keadilan merupakan prinsip utama yang diajarkan dalam Islam,”* ujar Maulidil Fikri.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Wali Kota Banda Aceh tidak akan memandang status sosial, jabatan, latar belakang ekonomi, maupun kedekatan tertentu dalam menyikapi setiap persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan Syariat Islam.

*”Kami yakin Ibu Wali Kota akan bersikap objektif dan tidak memandang bulu dalam setiap proses penegakan Syariat Islam di Kota Banda Aceh, termasuk terhadap berbagai kasus yang saat ini sedang menjadi perhatian dan perbincangan masyarakat. Kepercayaan publik hanya dapat dijaga apabila hukum ditegakkan secara adil dan berlaku sama bagi semua orang,”* ujar Maulidil Fikri.

Lebih lanjut, PII Kota Banda Aceh menilai bahwa penguatan Syariat Islam tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pembinaan, edukasi, dan pembangunan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

*”Pelaksanaan Syariat Islam membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, pelajar dan pemuda harus menjadi bagian dari solusi dengan membangun budaya amar ma’ruf nahi munkar, menjaga akhlak, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing,”* ujar Maulidil Fikri.

Sebagai organisasi pelajar Islam, PII Kota Banda Aceh menyatakan kesiapannya untuk turut mengawal pelaksanaan Syariat Islam melalui berbagai program pembinaan, edukasi, dan penguatan karakter generasi muda.

*”PII Kota Banda Aceh akan terus mengawal pelaksanaan Syariat Islam secara konstruktif dan bertanggung jawab. Kami siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga nilai-nilai Islam yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Banda Aceh,”* ujar Maulidil Fikri.

PII Kota Banda Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga marwah Syariat Islam serta memperkuat persatuan dalam membangun Banda Aceh yang religius, beradab, dan bermartabat.

*”Banda Aceh adalah wajah pelaksanaan Syariat Islam di Aceh. Menjaga kehormatan kota ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, mari kita dukung setiap upaya yang bertujuan memperkuat nilai-nilai Islam demi kemaslahatan masyarakat dan masa depan generasi penerus,”* tutup Maulidil Fikri.