BERITA RAKYAT ACEH | Pidie Jaya – Sembilan unit exavator berbagai type dan 20 dum truck serta masyarakat bahu membahu bersihkan kawasan pemukiman khususnya Gampong Berawang Kecamatan Meuredu Kabupaten Pidie Jaya pasca banjir bandang dan tanah longsor 26 Nopember 2025 lalu.
Kegiatan yang disponsori PMI dan didukung penuh Pemkab Pidie Jaya sejak 15 Februari hingga 2 April 2026. ‘Alhamdulillah hari raya Idul Fitri kemarin 50 persen masyarakat sudah kembali kerumah masing masing,” ujar Ketua PMI Aceh, Murdani Yusuf didampingi Penanggung Jawab kegiatan Ketua Penanggulangan Bencana (PB) PMI Aceh, Musni Haffas yang akrab dipanggil Alex, Kamis (2/4).
Kegiatan pembersihan kawasan pemukiman desa Berawang dilepas Bupati Pidie Jaya (Pijay), Sibral Malasyi, dalam acara tersebut juga hadir pengurus PMI Provinsi dan Pidie Jaya serta tokoh masyarakat setempat.
Pembersihan kawasan pemukiman desa Berawang dipilih karena desa ini terkena 100 persen banjir lumpur. Target kita 50 persen dari 347, kepala keluarga bisa kembali berlebaran kerumah masing masing, di mana sebagian besar waktu itu mengungsi di tenda darurat dan tempat saudara di luar kota Meuredue .
Selaku penanggung jawab kegiatan, Musni Haffas (Alex) menyampaikan program PMI selain membersihkan kawasan pemukiman gampong Berawang juga memberdayakan tenaga masyarakat setempat yang kehilangan pekerjaan.
“Mereka kita berdayakan menjadi tebaga harian seperti supir, operator, pengawas lapangan dan sebagainya.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi berterima kasih sebesar- besarnya pada Palang Merah Indonesia dimana dari awal hadir membantu kebutuhan kami, ujarnya.
Seperti sarana PDAM hancur total PMI hadir menyuplai air dengan mobil tangki ke setiap posko dan mendirikan water treatmen membangun penyulingan air bersih kapasitas besar, peralatan kerja bantuan sembako dan lainnya yang tidak sanggup kita sebut satu persatu.
Khusus pembersihan gampong Berawang pasca bencana ini, tambah Malasyi, semua atas inisiatif luar biasa kepedulian dari PMI, di mana tanah dan lumpur setinggi 2 hingga 4 meter menumpuk dalam rumah pekarangan dan jalan jalan umum dan Pemkab sangat kewalahan apalagi dengan sumber daya terbatas.
“Kami sangat berterima kasih pada PMI dan akan mendukung sepenuhnya program ini, jika mungkin program ini tidak hanya 1 bulan tapi berkelanjutan agar warga dapat kembali kerumah masing masing, ungkap Malasyi.
Namun kendala dilapangan juga dihadapi dalam kegiatan pembersihan. Jika terjadi hujan lebat di gunung sungai Meureudu meluap sehingga jalan jalan dan rumah warga kembali dipenuhi genangan air yang membawa lumpur yang kadang pekerjaan berulang ucap Pj Keuchik Berawang Yusra ST.
“Saya selaku Keuchik gampong berharap PMI memperpanjang pembersihan yang sangat bermanfaat buat masyarakat agar dapat kembali ke rumah masing-masing’, pintanya. (*)
