BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Hari ini menjadi tonggak penting bagi Aceh. Brigjen Pol Dr. Dedy Tabarani, S.Ik., M.Si., putra Aceh, kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976, dari Ibu yang seorang dosen asal Meurah Dua, Pid Jaya. Sedangkan Ayah dari Aceh Besar, juga seorang dosen dan Dekan Fakultas Ekonomi USK.
Lulusan Akpol Angktan 1999, resmi menyandang pangkat brigadir jenderal polisi (bintang satu) dan dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh.
Lahir dan besar dari rahim tanah Aceh, Dedy Tabarani menapaki karier kepolisian dengan perjalanan panjang, senyap, dan konsisten. Hari ini, ia “pecah bintang satu” — sebuah capaian prestisius yang tidak hanya menandai keberhasilan personal, tetapi juga menjadi kebanggaan kolektif masyarakat Aceh.
Pelantikan ini sekaligus menegaskan kepercayaan negara kepada putra daerah Aceh untuk memimpin perang melawan narkotika di salah satu wilayah yang selama ini berada di garis rawan peredaran gelap narkoba.
Dari Tanah Aceh ke Pucuk Kepemimpinan BNN Aceh
Sebagai putra Aceh berdarah campuran Aceh Besar dan Pidie Jaya, Brigjen Dedy dikenal memiliki ikatan emosional yang kuat dengan tanah kelahirannya. Kariernya dibangun dari bawah, melalui berbagai penugasan strategis di institusi Polri, hingga akhirnya dipercaya mengemban jabatan struktural setingkat jenderal.
Pengangkatan Dedy Tabarani sebagai Kepala BNN Aceh dinilai bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan penempatan figur yang memahami Aceh dari dalam — kultur, luka sosial, hingga tantangan narkotika yang menyasar generasi muda.
Tantangan Besar di Tanah Rencong
Aceh selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan narkotika yang tinggi, baik sebagai wilayah transit maupun pasar. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman lapangan, Brigjen Dedy diharapkan mampu:
- memperkuat pencegahan berbasis komunitas,
- menajamkan penindakan jaringan narkotika,
- serta membangun sinergi dengan ulama, tokoh adat, dan pemerintah daerah.
“BNN Aceh tidak bisa bekerja sendiri. Ini kerja bersama seluruh elemen Aceh,” menjadi prinsip yang selama ini melekat pada pendekatan kepemimpinan Dedy Tabarani.
Kebanggaan Aceh, Tanggung Jawab Negara
Pecahnya bintang satu di pundak Brigjen Pol Dr. Dedy Tabarani hari ini bukan hanya simbol kenaikan pangkat, tetapi juga penambahan tanggung jawab besar — menjaga masa depan Aceh dari ancaman narkotika.
Di tanah yang pernah lama dilanda konflik dan bencana, kehadiran putra daerah di pucuk kepemimpinan BNN Aceh menjadi harapan baru: bahwa perjuangan melindungi generasi Aceh kini dipimpin oleh anak kandung Aceh sendiri.
Profil Singkat Brigjen Pol Dr. Dedy Tabarani, S.Ik., M.Si.
Nama lengkap: Dr. Dedy Tabarani
Pangkat terakhir: Brigadir Jenderal Polisi
Jabatan saat ini: Kepala BNN Provinsi Aceh
Kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976
Timeline Karier
- Awal Karier – Perwira Polri
Mengawali pengabdian sebagai perwira Polri melalui jalur pendidikan kepolisian, Dedy Tabarani menempuh penugasan awal di satuan fungsi operasional dan pembinaan, membentuk fondasi kepemimpinan serta pengalaman lapangan. - Penugasan Struktural & Operasional
Sepanjang kariernya, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat daerah maupun pusat, dengan fokus pada manajemen organisasi, penegakan hukum, dan penguatan institusi. - Pendidikan & Penguatan Akademik
Menyelesaikan pendidikan lanjutan hingga meraih gelar Doktor (Dr.), yang memperkuat pendekatan kebijakan berbasis data dan analisis dalam setiap penugasannya. - Penugasan di Bidang Pencegahan & Penindakan
Sebelum dipercaya memimpin BNN Aceh, Dedy Tabarani memiliki rekam jejak dalam penanganan isu-isu strategis nasional, termasuk kejahatan terorganisir dan penguatan sinergi lintas lembaga. - 2025 – Pecah Bintang Satu
Resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi (bintang satu), menandai pengakuan institusional atas integritas, kapasitas, dan kepemimpinannya. - 2025 – Kepala BNN Provinsi Aceh
Dilantik sebagai Kepala BNN Aceh, dipercaya memimpin upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika di tanah kelahirannya sendiri. []
