BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Setelah resmi mengambil alih perhelatan kualifikasi cabang olahraga (Cabor) Bola Voli dari Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh, sebuah kepanitiaan yang terdiri jajaran KONI Aceh dan para pegiat bola voli di Banda Aceh dan sekitarnya, telah mengagendakan pelaksanaan Kualifikasi Cabor Voli menuju PORA ke-15 Aceh Jaya atau Pra PORA di awal September 2026 mendatang.
Sebelumnya, kegiatan Pra PORA Voli itu sudah dijadwalkan beberapa kali, namun terkendala dengan problem internal Pengprov PBVSI Aceh yang tak kunjung selesai. Akibatnya perhelatan yang ditunggu tunggu oleh para atlet voli di Aceh itu, tak kunjung terlaksana. Masalahnya, ada beberapa Pengkab yang telah melaksanakan Muskab, justru pengurus terpilih tak kunjung diberi SK, sehingga mati dengan sendirinya.
Akibatnya, banyak kepengurusan Pengkab/Pengkot yang telah habis masa tugas, sehingga kondisi perbolavolian di kawasan itu mati suri. Bahkan ada belasan atlet yang pindah ke daerah lain, dengan harapan bisa tampil di ajang Pra PORA hingga PORA. KONI Aceh sendiri telah melayangkan surat serta melakukan pertemuan sebanyak beberapa kali dengan Pengprov PBVSI Aceh. Namun upaya itu terkesan sia-sia.
Berdasarkan kondisi karut marut itu, akhirnya KONI Aceh selaku lembaga yang diberi otoritas untuk menjadi motor pelaksana Pra PORA dan PORA ke-15 di Aceh Jaya, memutuskan mengambil alih pelaksanaan Pra PORA Cabor Voli. Sehingga dibentuklah sebuah kepanitiaan yang melibatkan para pegiat voli di Banda Aceh dan sekitarnya, mulai dari pemilik klub , pelatih, motor pelaksana turnamen hingga wasit. “Kita mengambil alih ini semata mata untuk menyelamatkan Cabor sekaligus atlet Bola Voli di Aceh, sehingga cita cita mereka untuk dapat tampil di ajang Pra PORA dan PORA Aceh Jaya atas nama daerah mereka bisa terwujud,” kata Ketua Pengarah sekaligus Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein beberapa waktu lalu.
Sementara Wakil Ketua Panitia Pengarah. H Musa Bintang, Senin (10/08/2026) tadi malam mengatakan, saat ini telah dibentuk kepanitiaan lengkap untuk perhelatan Pra PORA Cabor Voli yang menurut jadwal yang telah disepakati, akan berlangsung tanggal 07 s/d 11 September 2026.
“Kegiatan itu akan dihelat di Hall utama Jantho Sport City (JSC) Kota Jantho. Panitia telah melakukan tinjauan lapangan dan dipastikan fasilitas lapangan masih sangat layak. Lapangan itu sendiri dibangun tahun 2018 saat PORA di Kota Jantho, Aceh Besar,” kata Musa Bintang.
Bahkan dalam kaitan Pra PORA Bola Voli itu, pihak Panitia Pengarah telah melakukan audiensi dengan Bupati Aceh Besar, Muharram Idris bersama Sekda Bahrul Jamil. Selain itu juga dengan Kapolres Aceh Besar AKBP Khairul Ichsan SIK. Ketiga pimpinan daerah itu menyatakan welcome dengan perhelatan Pra PORA Voli di Kota Jantho. Karena bukan hanya sebagai ajang hiburan bagi pegiat olahraga, namun juga akan menghidupkan sektor UMKM.
Menurut Musa, panitia telah melakukan koordinasi dengan jajaran KONI Kabupaten/Kota di Aceh, untuk memfasilitasi atlet voli yang ikut Pra PORA. Hanya atlet yang mendapat rekomendasi dari KONI daerah yang diterima menjadi peserta Pra PORA, karena ini menyangkut dengan regulasi pembiayaan terhadap atlet dan ofisial yang diberangkatkan dari daerah. “Saat ini sudah 20 kabupaten/kota di Aceh yang telah menyatakan ikut serta.
Khusus Aceh Jaya sebagai tuan rumah akan mendapat willcard,” tutur Musa Bintang.
Pada bagian lain Musa Bintang yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengprov PBVSI Aceh menambahkan, kepanitiaan yang ada saat ini hanya untuk mengantar cabor voli menuju PORA ke-15 Aceh Jaya. Artinya, setelah Pra PORA usai dilaksanakan dan telah didapat daerah yang lolos menuju PORA Aceh Jaya, maka untuk PORA akan dikembalikan kewenangan koordinasi kepada Pengprov PBVSI Aceh.
Namun sumber lain mengungkapkan, seandainya karut marut Pengprov PBVSI Aceh tak kunjung selesai, KONI Aceh selaku lembaga pembina dan punya kewenangan membentuk tim atau kontingen menuju Pra PON hingga PON ke-22 NTT/NTB tahun 2028, bisa jadi akan mengambil alih kembali periodesasi pembentukan skuad Cabor Voli Aceh pasca Pra PORA hingga PON NTB/NTT seandainya Aceh lolos menuju ajang multi event olahraga terakbar di nusantara itu.
