RSJ Aceh Target Bebas Pasung 2026

 

Gagas Film Noeh
Lounching, Jumat 13 Februari 2026

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Masalah gangguan jiwa hingga pemasungan bagi orang Aceh masih banyak terjadi. Mereka yang mengalaminya diangkat ke dalam film berdurasi 1,5 jam dengan judul ‘Noeh’.

Ide dan gagasan pembuatan film ini dari Direktur Rumah Sakit Jiwa, Banda Aceh, dr Hanif dengan sutradara Davi Abdulah dan pemeran utama Ishak.

Film ini berceritakan seorang dalam gangguan jiwa dan dipasung ke dua kakinya dengan kayu yang dilubangi dan ada juga yang dirantai, dimana pemasungan ini dinilai tidak sesuai dengan visi pemerintah bebas pasung.

Mengenai pasung bahasan Acehnya ‘Noeh’ merupakan program dari Kementrian, tidak ada lagi masyarakat dengan gangguan jiwa berat dipasung.

‘Gagasan buat film ini sudah lama dimana saat saya ditugaskan oleh gubernur tanggal 16 Agustus 2023’, ujar dr Hanif yang melihat program RSJ tentang pengurangan pemasungan di Aceh untuk dibenahi.

Menurutnya begitu ia menjabat di RSJ, tidak ada lagi sistem manual, semua digital. baik sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, pelayanan maupun administrasi.

Selain iti pelayanan ODGJ semua lengkap disediakan, mulai mandi pagi, pakai sabun, handuk dan pakaian semua disediakan. Tidak perlu lagi pakaian dibawa dari keluarga.

Kemudian makannya juga diberi menu yang bagus, mulai ikan dan daging. Maka pasien banyak yang tidak mau pulang lagi ada yang sudah satu tahun lebih tinggal di RSJ.

Saat ini kapasitas RSJ over dosis daya tampung sebanyak 330 orang, kini mencapai 440 orang. Sedangkan RSJ di Kuta Malaka hanya mampu menampung 50 orang.

Program 2026 ini, kata Hanif, akan berupaya membebaskan sebanyak 63 orang lagi yang tersebar di 13 kabupaten/kota dan 10 kabupaten/kota sudah bebas.

Kami menghimbau agar pihak keluarga untuk mau memberitahukan jika ada yang mengalami gangguan jiwa, apalagi meresahkan masyarakat. Kita siap membantu untuk menyembuhkannya, ungkap Hanif dan akhir 2026 Insya Allah selesai.

Sementara, Davi Abdullah selaku sutradara film Noeh mengungkapkan proses pembuatan film ini memang susah susah senang, karena kita bergabung dengan ODGJ yang sudah sembuh dan 50 pendukung lainnya.

Lokasi syuting dilakukan beberapa lokasi, baik di Banda Aceh, Kuta Malaka, Aceh Besar. Alhamdulillah pembuatan film ini berlangsung sukses, demikian Davi Abdullah. (imj)