BERITA RAKYAT ACEH | Sabang – Pemerintah Kota Sabang mulai menerapkan sejumlah strategi baru untuk menjaga stabilitas kunjungan wisatawan pada awal 2026. Diversifikasi destinasi dan penguatan promosi, termasuk ke pasar internasional, menjadi langkah utama menghadapi fluktuasi kunjungan di awal tahun.
Upaya menjaga daya tarik pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kota Sabang di tengah dinamika kunjungan wisatawan pada Januari hingga Februari 2026. Berbagai pendekatan mulai diterapkan agar sektor ini tetap bergerak stabil sepanjang tahun.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebutkan bahwa kondisi pariwisata di awal tahun menunjukkan adanya perubahan pola kunjungan. Meski tidak selalu stabil, hal ini dinilai sebagai bagian dari dinamika yang harus direspons dengan strategi yang tepat.
Salah satu langkah yang kini didorong adalah memperluas ragam destinasi wisata. Pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan wisata bahari, tetapi mulai mengembangkan pilihan lain yang lebih variatif bagi wisatawan.
Pengembangan kawasan Waterboom Pria Laot menjadi salah satu contoh upaya menghadirkan alternatif wisata, khususnya untuk segmen keluarga. Selain itu, potensi pulau-pulau kecil yang belum berpenghuni juga mulai dilirik sebagai destinasi baru yang menawarkan pengalaman berbeda.
Di sisi lain, strategi promosi juga diperkuat dengan memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sabang dan sekitarnya.
Harry Susethia mengungkapkan, Pemerintah Kota Sabang juga memperluas jangkauan hingga ke pasar internasional. Upaya ini dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara agar berkunjung ke Pulau Weh dan sekitarnya. Promosi luar negeri dinilai menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Sabang di tingkat global.
Selain promosi, pelaku usaha pariwisata juga menilai kegiatan berbasis event perlu digelar secara rutin. Event dinilai mampu menjadi pemicu pergerakan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di sektor UMKM dan jasa pendukung.
Dari sisi kunjungan, kondisi awal tahun ini turut dipengaruhi oleh tingginya lonjakan wisatawan pada periode libur panjang akhir tahun 2025/2026. Setelah periode tersebut, jumlah kunjungan cenderung mengalami penyesuaian sehingga diperlukan langkah berkelanjutan untuk menjaga kestabilannya.
Meski demikian, sejumlah destinasi unggulan masih menjadi pilihan utama wisatawan. Kawasan seperti Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Goa Sarang, hingga Air Terjun Pria Laot tetap ramai dikunjungi pada awal tahun.
Secara keseluruhan, potensi pariwisata Sabang dinilai tetap menjanjikan sepanjang tahun. Untuk aktivitas wisata bahari seperti snorkeling dan diving, periode terbaik biasanya berlangsung antara April hingga Oktober.
Namun demikian, daya tarik alam Sabang tetap mampu memikat wisatawan di luar periode tersebut, selama didukung oleh strategi promosi yang tepat serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.
