Tanggapi Penolakan Pengprov PBVSI Terkait Pra PORA Voli

Kennedy Husen..Ketua Harian KONI Aceh

Kennedi Husein: Kami Hanya Ingin Menyelamatkan Voli Aceh

BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein menanggapi dengan lugas penolakan Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh, terkait pengambilalihan event kualifikasi Pra PORA Cabor Voli oleh KONI Aceh. “Nawaitu kami hanya untuk menyelamatkan dunia voli Aceh yang kini kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara, ini adalah cabor olahraga rakyat yang benar benar dinantikan kepastian hadirnya dalam event PORA di Aceh Jaya, di sisi lain selama ini justru berbalut ketidakpastian,” kata Kennedi.

Dikatakan, KONI Aceh telah memberikan kesempatan kepada Pengprov PBVSI Aceh untuk melaksanakan kegiatan Pra PORA, namun tertunda-tunda tanpa ada kejelasan. Termasuk gagalnya terpenuhi kuota minimum 14 Pengkab/Pengkot yang wajib ikut Pra PORA. “Tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Pengprov PBVSI Aceh yang sudah bukan rahasia lagi sedang tak baik baik saja, kami telah melakukan rangkaian koordinasi, termasuk menyikapi laporan insan voli di Aceh yang berharap karut marut dunia voli Aceh segera diakhiri. Namun pelaksanaan Pra PORA itu tetap tanpa kepastian,” kata Kennedi.

Bahkan pengamnbilalihan itu sudah direkomendasikan melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Aceh awal tahun 2026 lalu. Hal itu diakui Muslim HS, Wakil Ketua IV KONI Aceh sekaligus Wakil Pimpinan Sidang Rekomendasi Rakerprov KONI Aceh kala itu. “Benar, itu adalah keputusan yang menjadi suara bulat seluruh peserta Rakerprov dari jajaran KONI Kabupaten/kota dan seluruh Pengprov Cabor di bawah koordinasi KONI Aceh. Diputuskan oleh floor Rakerprov agar Pra PORA Voli diambil alih KONI Aceh,” kata Muslim HS yang juga Ketua Harian PB PORA ke-15 Aceh Jaya yang ikut mendampingi Ketua Harian KONI Kennedi Hussein.

Ditambahkan Kennedi, walaupun sudah diputuskan dalam Rakerprov, pihaknya tetap melakukan rangkaian konsolidasi dan koordinasi dengan PBVSI Aceh, namun pelaksanaan Pra PORA cabor voli tetap belum mencapai titik terang, walau sempat muncul kesepakatan namun buyar lagi. “Saat ini hanya cabor Voli yang belum melakukan Pra PORA, sementara cabor lain telah terlaksana. Kita sayangkan para atlet yang telah menanti penuh harap, dan mereka menyandangkan harapan kepada KONI Aceh untuk terlaksananya Pra PORA Cabor Voli. Karena ini juga sebenarnya gawe KONI, kita akhirnya mengambilalih. Dan ini semata-mata untuk menyelamatkan dunia voli Aceh,” tandas Kennedi.

Secara umum KONI Aceh juga melibatkan insan pegiat Voli Aceh yang Masih peduli terhadap dunia voli Aceh. Bahkan KONI Aceh juga melibatkan personil Pengprov PBVSI Aceh, H Musa Bintang (Wakil Ketua Bidang Organisasi) dan H Abdullah (Kabid Binpres) sebagai tim pengarah dalam kepanitiaan umum Pra PORA Cabor Voli kali ini.

Di sisi lain, karena menyangkut dengan legalitas pembiayaan, KONI Aceh berkoordinasi dengan KONI Kabupaten/kota untuk membentuk tim. Karena nantinya yang berwenang mendaftarkan atlet daerah ke PB PORA adalah pihak KONI daerah, bukan Pengcab cabor. Dengan kata lain, semuanya harus berkoordinasi dengan KONI daerah.

Kennedi menambahkan, pengambilalihan ini sifatnya hanya untuk tahapan Pra PORA, karena waktu yang tersisa makin sempit. “Setelah tahapan Pra PORA berakhir, kita kembalikan kewenangan koordinatif itu kepada Pengprov, dengan catatan tetap melakukan koordinasi dengan pihak KONI kabupaten/kota. Jikapun ditunjuk ‘perwakilan’ Pengprov, harus sepersetujuan KONI Kabupaten/Kota, karena ini menyangkut biaya untuk atlet yang telah lolos PORA dan ofisial,” ujar Kennedi.

Sementara Muslim HS menambahkan, pihak PB PORA juga hanya menerima atlet yang telah lolos Pra PORA, dan itu akan diambil datanya melalui technical; delegate masing-masing Cabor yang akan dilapor ke KONI Aceh sejenak usai Pra PORA. “Kita ingin agar PORA ini menjadi jenjang pembinaan atlet secara berkesinambungan, termasuk untuk menghargai usaha susah payah atlet meloloskan daerahnya ke PORA XV Aceh Jaya,” pungkas Muslim.