BERITA RAKYAT ACEH | Banda Aceh – Kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia resmi ditutup dengan penyerahan pataka tuan rumah untuk tahun 2025 kepada Provinsi Kalimantan Selatan. Penutupan acara yang berlangsung sejak Minggu, 1 Desember 2024 itu berlangsung meriah di UPTD Taman Budaya, Banda Aceh, pada Rabu, 4 Desember 2024.
Dalam acara penutupan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, secara simbolis menyerahkan pataka tuan rumah kepada Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, yang menandai berakhirnya acara dan memulai persiapan untuk Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 yang akan digelar di Kalimantan Selatan pada tahun 2025.
Dalam sambutannya, Almuniza Kamal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan 19 provinsi di Indonesia ini.
Almuniza juga menekankan pentingnya kegiatan Temu Karya sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar daerah di Indonesia, terutama dalam hal kebudayaan dan kesenian. Ia berharap, acara ini tidak hanya menjadi sebuah ajang silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman di bidang budaya, seni, serta pengembangan taman budaya di berbagai daerah.
“Kegiatan yang diikuti oleh 19 provinsi ini merupakan sebuah kesempatan berharga untuk saling berbagi perspektif dan pengalaman. Apa yang diterima dan dilihat oleh para tamu yang hadir bisa menjadi sebuah perspektif yang kemudian bisa memperkuat toleransi antar daerah, mengingat keragaman budaya dan kesenian yang ada di Indonesia. Keberagaman ini adalah kekuatan kita yang perlu dijaga dan dilestarikan,” ujar Almuniza Kamal dalam sambutannya, dengan penuh harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan kebudayaan di tanah air.
Selain itu, Almuniza juga menyampaikan bahwa Aceh selalu terbuka dan menyambut dengan tangan terbuka siapa pun yang ingin datang. Ia menegaskan bahwa Aceh adalah daerah yang kaya akan budaya dan sejarah, dan sangat senang bisa berbagi kekayaan tersebut dengan tamu-tamu dari seluruh Indonesia. “Aceh adalah Serambi Makkah, dan kami dengan senang hati menerima kehadiran tamu dari berbagai daerah. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menjadi tuan rumah. Kami berharap apa yang telah dilakukan di Aceh ini dapat memberikan kesan dan pengalaman baru yang berharga bagi para tamu yang hadir,” kata Almuniza.
Meskipun cuaca hujan pada saat kegiatan berlangsung, Almuniza tetap memberikan apresiasi kepada panitia yang bekerja dengan sangat baik untuk memastikan acara berjalan lancar. “Kami menyadari bahwa kondisi cuaca tidak selalu mendukung, tetapi berkat kerja keras panitia, acara ini dapat berlangsung dengan sukses. Terima kasih atas dedikasi dan semangat dari semua pihak yang terlibat,” tambah Almuniza.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Muntik Wadaf’i Massa, mengungkapkan rasa terima kasih dan kesiapan Kalimantan Selatan untuk menjadi tuan rumah berikutnya. Muntik menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan siap melanjutkan estafet Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di tahun 2025 dan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk ikut memeriahkan acara tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 pada tahun 2025. Kami berharap kehadiran bapak dan ibu sekalian di Kalimantan Selatan akan membawa semangat yang lebih besar untuk merayakan kebudayaan dan seni Indonesia,” ujar Muntik.
Muntik juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjalin komunikasi dan kerjasama antar daerah, terutama dalam hal pelestarian dan pengembangan budaya. “Kami berharap acara yang akan datang di Kalimantan Selatan dapat lebih meriah dan lebih mempererat persaudaraan antar taman budaya di seluruh Indonesia. Terima kasih atas dukungannya, dan sampai jumpa di Kalimantan Selatan,” pungkas Muntik.
Sementara itu, di sela-sela acara penutupan, para tamu dan peserta lainnya terlihat antusias dan penuh harapan untuk kembali melanjutkan tradisi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di tahun-tahun mendatang. Mereka berharap agar kegiatan ini terus berlangsung setiap tahun dengan semangat yang semakin membara, sehingga dapat memperkuat jalinan kebudayaan antar daerah dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pelestarian seni dan budaya di Indonesia.
Dengan berakhirnya kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia di Banda Aceh, diharapkan pesan-pesan yang disampaikan selama acara ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal mereka. Diharapkan juga bahwa keberagaman budaya yang ada dapat dijaga dan dikembangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.(*)